ROKANHULU(RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) bersama Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Rohul, Rabu (6/8), melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dugaan peredaran beras oplosan di sejumlah warung waralaba, toko, distributor dan lapak pedagang beras di dua kecamatan yakni Rambah dan Ujungbatu.
Sidak ini dipimpin langsung oleh Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rohul Drs H Ibnu Ulya MSi didampingi Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Rohul Zulfikar SP, Kabid Ops Satpol PP Hamsanah serta personel Tipidter Polres Rohul.
Dari hasil pengawasan dan pemeriksaan di lapangan, tim gabungan belum menemukan adanya indikasi beras oplosan yang beredar di pasaran. Seluruh sampel beras yang dicek di gudang dan toko menunjukkan kualitas yang layak dikonsumsi.
Sebagian besar beras berasal dari produksi lokal, serta sebagian dari provinsi tetangga seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Seperti CML, Topi Koki, Anak Daro, Pandan Wangi, Kamal, Natural.
“Sidak ini adalah bagian dari langkah antisipatif untuk memastikan tidak ada beras oplosan yang dikonsumsi masyarakat. Dari pengakuan para toke dan pedagang, beras yang mereka jual mayoritas berasal dari petani lokal,” tegas Ibnu Ulya yang juga menjabat sebagai Asisten II Setda Rohul menjawab Riau Pos, Rabu (6/8), terkait hasil sidak beras oplosan tim gabungan di dua kecamatan.(adv)
Editor : Rindra Yasin