PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Rabu (29/10/2025) pukul 16.00 WIB, terdeteksi tiga titik panas (hotspot) di dua kecamatan di wilayah Rohul.
Tiga titik panas tersebut masing-masing berada di Kecamatan Rokan IV Koto 2 (dua) titik dan Kecamatan Rambah Samo (satu titik), dengan tingkat kepercayaan (confidence) sedang.
Data tersebut merupakan bagian dari 14 titik panas yang terpantau di delapan kabupaten/kota di Provinsi Riau pada waktu yang sama.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Rohul H Ridarmanto melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Rohul Boy Arta SIP membenarkan informasi tersebut. Pihaknya telah melakukan tindak lanjut dengan berkoordinasi bersama BPBD Provinsi Riau sebelumnya melakukan verifikasi lapangan (verlap) di lokasi yang terindikasi.
“Benar, ada tiga titik panas terpantau di Rohul. Kita sudah berkoordinasi dengan Provinsi untuk melakukan verifikasi lapangan. Sehari sebelumnya juga ada pemadaman Karhutla menggunakan water bombing di perbukitan yang ada di Kecamatan Rokan IV Koto,” ujar Boy Arta menjawab Riaupos.co Rabu (29/10/2025) malam.
Namun, Boy menjelaskan, BPBD Rohul dalam penanggulangan Karhutla, operasi pemadaman bersifat fungsional, bukan penuh seperti pada masa puncak karhutla sebelumnya. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran, terutama di wilayah perbukitan yang sulit dijangkau.
“Sekarang penanggulangan Karhutla bersifat fungsional. Kalau verlap di perbukitan hasilnya tidak maksimal, kita tidak lanjutkan. Tapi kalau ada laporan dari masyarakat terkait kebakaran di daratan, Tim BPBD tetap tangani dan padamkan Karhutla semaksimal mungkin,” jelasnya.
Boy menambahkan, meski kondisi anggaran menipis di akhir tahun, BPBD Rohul tetap siaga dalam menangani potensi karhutla, terutama di wilayah rawan seperti Kecamatan Rambah, Rokan IV Koto, Rambah Samo, Bonai Darussalam dan Kepenuhan.
“Kami tetap berkoordinasi dengan provinsi dan aparat terkait. Prinsipnya, kalau ada laporan kebakaran di lahan darat, tim segera turun. Jangan sampai api meluas dan sulit dikendalikan. Kalau di daerah perbukitan, lakukan koordinasi dengan BPBD Riau melalu Satgas Udara untuk melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan water bombing,” tegasnya.
Boy mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api baru akibat cuaca panas yang masih melanda di wilayah Kabupaten Rohul.
''Kita harapkan, masyarakat turut berperan menjaga lingkungannya. Sekecil apa pun api di musim kering seperti ini bisa jadi bencana besar,” tutupnya. (epp)
Editor : M. Erizal