Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Rohul Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor Selama 14 Hari

Engki Prima Putra • Kamis, 27 November 2025 | 17:50 WIB
Kondisi cuaca di Ibu Kota Kabupaten Rohul Pasirpengaraian mendung, terlihat debit air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian masih normal, Kamis (27/11/2025) petang.
Kondisi cuaca di Ibu Kota Kabupaten Rohul Pasirpengaraian mendung, terlihat debit air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian masih normal, Kamis (27/11/2025) petang.

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) -- Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang terus mengguyur Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) selama empat hari terakhir, membuat pemerintah kabupaten menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor. Status ini diberlakukan selama 14 hari, terhitung 25 November hingga 8 Desember 2025, sesuai SK Bupati Rohul Nomor: Kpts. 100.3.3.2/BPBD/895/2025.

Bupati Rohul Anton ST MM melalui Kalaksa BPBD H Ridarmanto SIP MIP didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Boy Arta SIP saat dikonfirmasi Riaupos.co, Kamis (27/11/2025) menyatakan, penetapan status ini didasarkan pada informasi iklim dari BMKG yang diperbarui pada 20 November 2025. Dalam laporan tersebut, BMKG memprediksi adanya peningkatan curah hujan di Provinsi Riau secara umum khususnya di Kabupaten Rohul akhir November 2025, sehingga berpotensi terjadinya banjir dan tanah longsor.

Kondisi tersebut katanya, diperkuat dengan wilayah Kabupaten Rohul memiliki Sungai Rokan Kiri yang terhubung dengan Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang saat ini mengalami banjir dengan intensitas hujan cukup tinggi.

Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi tersebut Pemkab Rohul menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor selama 14 hari terhitung 25 November hingga 8 Desember 2025, sebagai langkah antisipasi dalam menghadapi potensi bencana alam yang terjadi.

Sebagai upaya kesiapan dalam masa status siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah longsor ini, lanjutnya, BPBD Rohul melakukan sejumlah langkah kesiapsiagaan, diantaranya menyiagakan personel dan peralatan penanggulangan bencana, menyeleksi dan memastikan kesiapan sarana prasarana pendukung, memperkuat koordinasi terpadu dengan instansi terkait.

Melakukan monitoring dan pengecekan tinggi permukaan air sungai besar yang ada di Kabupaten Rohul yakni Sungai Rokan, Sungai Batang Lubuh dan Sungai Sosa. Mengaktifkan pusat pengendalian operasi untuk pengumpulan data dan informasi bencana serta menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat terkait penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor.

Ridarmanto mengatakan, seluruh biaya pelaksanaan status siaga darurat ini dibebankan pada APBD Rohul 2025, APBD Riau 2025, APBN 2025 serta sumber lain yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan.

"Selama masa status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor, BPBD Rohul siaga 24 jam. Jika ada potensi terjadinya bencana banjir dan longsor agar segera melaporkan ke BPBD atau kepada pemerintah desa dan kecamatan setempat," tutupnya.

Editor : Rinaldi
#pemkab rohul #siaga darurat bencana #banjir dan tanah longsor