Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Cuaca Ekstrem, Bupati Rohul Imbau Warga di DAS Waspada Potensi Banjir

Engki Prima Putra • Kamis, 4 Desember 2025 | 17:36 WIB
Di tengah cuaca ekstrem, terkadang hujan dan panas, kondisi ketinggian air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian masih di atas normal, Kamis (4/12/2025).
Di tengah cuaca ekstrem, terkadang hujan dan panas, kondisi ketinggian air Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian masih di atas normal, Kamis (4/12/2025).

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) -- Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton ST MM mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) besar seperti Batang Lubuh, Rokan dan Sungai Batang Sosa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir.

Begitu juga yang melintas di ruas jalan daerah perbukitan di saat hujan lebat untuk selalu waspada longsor, menyusul cuaca ekstrem yang belakangan melanda wilayah Kabupaten Rohul. Imbauan tersebut disampaikan orang nomor satu Rohul itu, menyusul Pemkab telah menetapkannya Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Rohul selama 14 hari, terhitung sejak 25 November hingga 8 Desember 2025.

"Dengan curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi cuaca yang tidak menentu beberapa hari terakhir, kita imbau masyarakat untuk selalu waspada, terhadap potensi terjadinya bencana banjir dan tanah longsor, khususnya di wilayah yang berada di sekitar aliran sungai dan daerah perbukitan," ujar Bupati Rohul Anton menjawab wartawan, Rabu (3/12/2025).

Menurutnya, dalam masa siaga darurat ini, dirinya telah mengsintruksi BPBD Rohul menyiagakan personel dan peralatan penanggulangan bencana di sejumlah titik rawan. Selain itu, kesiapan sarana dan prasarana pendukung juga diperkuat, termasuk koordinasi terpadu dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, desa, serta relawan kebencanaan.

Selain itu, BPBD Rohul terus melakukan monitoring terhadap tinggi muka air di sejumlah sungai besar. Pusat pengendalian operasi pun diaktifkan untuk mengumpulkan data dan menyebarluaskan informasi terkini kepada masyarakat, termasuk memberikan peringatan dini bila terjadi peningkatan debit air yang mengkhawatirkan.

Bupati mengatakan, Pemkab telah mendirikan posko siaga bencana banjir dan tanah longsor di Gedung PMI yang berada di tepi Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian. "Selama status siaga darurat ini, personel BPBD berada dalam kondisi siaga 24 jam. Bagi masyarakat yang melihat adanya tanda-tanda banjir atau tanah longsor untuk segera melapor ke BPBD, aparat desa maupun kecamatan setempat," jelasnya.

Mantan Kadis PUPR Rohul itu mengajak masyarakat di 145 desa dan kelurahan tersebar 16 kecamatan, untuk ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana, di antaranya dengan tidak membuang sampah ke sungai, tidak menebang pohon sembarangan, serta selalu mengikuti informasi dan arahan dari pemerintah dan pihak terkait. Karena keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Diperlukan kerja sama semua pihak agar potensi bencana dapat diminimalisir," tuturnya.

Usai upacara Peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 tingkat kabupaten, Rabu (3/12) di Lapangan Dataran Tinggi Pematang Baih, Bupati Rohul Anton ST MM selaku inspektur upacara membangkitkan kembali semangat pengabdian aparatur di Dinas PUPR dan Dinas Perkim.

Dengan memimpin kegiatan gotong royong massal yang melibatkan seluruh ASN dan Tenaga Non ASN di Dua OPD Rohul tersebut serta Pemerintah Kecamatan Rambah dan Pemerintah Desa Babussalam. Kegiatan ini sebagai antisipasi dan upaya untuk mencegah terjadinya potensi banjir.

Menghadapi perubahan cuaca yang kian tidak menentu, Polres Rohul mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan berbagai risiko bencana, seperti banjir, tanah longsor hingga bahaya kelistrikan.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul penetapan status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor oleh Pemkab Rohul selama 14 hari, terhitung sejak 25 November hingga 8 Desember 2025. Penetapan status ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana alam, khususnya di tengah intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir.

Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra SIK MSi meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber yang terpercaya dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah, terutama di daerah rawan genangan, bantaran daerah aliran sungai dan perbukitan yang ada di wilayah Kabupaten Rohul.

"Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila terjadi keadaan darurat atau menemukan situasi berbahaya melalui Call Center Polisi 110 atau layanan darurat terdekat, agar dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat," ujarnya.

Sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, Polres Rohul telah memasang banner layanan Call Center 110 di sejumlah fasilitas umum dan pusat keramaian. Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat dapat langsung terhubung dengan kantor polisi terdekat untuk menyampaikan informasi, saran maupun pengaduan.

"Pelayanan Call Center 110 ini bebas pulsa dan siaga 24 jam. Kami mengajak masyarakat memanfaatkannya dengan bijak, jujur, dan beretika," tegasnya.

 

Editor : Rinaldi
#bupati rohul #waspada banjir #cuaca ektrem