PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Warga Dusun Pematang Baih, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, khususnya yang bermukim di kawasan belakang Astaka MTQ Rokan Hulu, mulai merasakan ketenangan. Pasalnya, sejak Ahad (25/1/2026) malam hingga Senin petang, aksi balap liar yang kerap meresahkan warga dilaporkan tidak lagi terlihat.
Kondisi tersebut terjadi pascainsiden keributan yang berujung pengeroyokan terhadap salah seorang warga setempat bernama Kamal. Ia sempat menjadi korban sekelompok remaja yang didominasi pelaku balap liar, setelah menegur dan melarang aksi balapan di jalan belakang Astaka MTQ Rohul pada Ahad (25/1/2026) dini hari.
Istri korban, Hafidah, saat dikonfirmasi Riaupos.co, Senin (26/1/2026) petang, mengungkapkan sejak kejadian tersebut hingga saat ini, tidak ada lagi aktivitas balap liar di ruas jalan menuju Kantor KONI atau belakang Astaqaa MTQ Rohul itu.
Baca Juga: Komit Pemberantasan Narkoba, Kapolres Inhu Tegaskan Tidak Ada Kompromi bagi Personel yang Terlibat
“Sejak Ahad malam sampai sekarang, alhamdulillah sudah tidak terlihat lagi balap liar. Namun cuma kereta sewa anak-anak yang belajar balap liar di depan kantor KONI Rohul. Warga jadi sedikit lega dan bisa beristirahat dengan tenang,” ujar Hafidah.
Ia menyebutkan, selama ini aksi balap liar di kawasan tersebut kerap mengganggu kenyamanan warga, terutama pada malam hingga dini hari. Selain bising, aktivitas tersebut juga dinilai berbahaya dan rawan memicu keributan.
“Kami berharap jalan di belakang Astaka MTQ atau menuju Kantor KONI Rohul ini ke depan benar-benar bersih dari balap liar. Biarlah kawasan ini menjadi tempat bersantai dan relaksasi warga bersama keluarga, bukan ajang kebut-kebutan,” harapnya.
Baca Juga: Gandeng Universitas, Polres Dumai Perkuat Green Policing dan Benteng Ideologi di Kampus
Hafidah juga meminta agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban kekerasan hanya karena menegur aksi balap liar. Menurutnya, kejadian yang menimpa suaminya menjadi pelajaran penting agar penertiban dilakukan secara serius oleh pihak berwenang.
“Kami mendukung pemerintah daerah dan aparat kepolisian, khususnya Polres Rohul, untuk menertibkan aksi balap liar. Kegiatan ini kalau dibiarkan, sangat berpotensi memicu kerusuhan dan mengganggu, ketenangan, kenyamanan warga serta kamtibmas di wilayah Pasirpengaraian dan sekitarnya,” ujarnya.(epp)
Editor : Edwar Yaman