PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) gerak cepat menindaklanjuti instruksi Bupati Anton untuk melakukan langkah konkret dalam mengantisipasi bencana banjir yang kerap melanda Desa Cipang Kiri Hulu, Kecamatan Rokan IV Koto.
Dibuktikan, dengan melaksanakan kegiatan normalisasi Sungai (Sei) Kijang sebagai langkah strategis dalam upaya penanggulangan dan pengurangan risiko bencana banjir yang selama ini sering merendam permukiman warga saat melakukan peninjauan di lapangan pekan lalu, guna mengurangi dampak luapan air sungai saat curah hujan tinggi.
''Sesuai instruksi Pak Bupati Rohul, pascapeninjauan banjir di Desa Cipang Kiri Hulu pekan lalu. Kami dari Dinas PUPR tengah melakukan kegiatan normalisasi di aliran Sei Kijang, ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam menjawab keluhan masyarakat yang selama ini rumahnya kerap terdampak banjir saat intensitas curah hujan tinggi,'' ungkap Plt Kepala Dinas PUPR Rohul H Zulfikri ST menjawab Riaupos.co, Jumat (3/4/2026) siang, terkait upaya penanggulangan pengurangan dampak bencana banjir di Desa Cipang Kiri Hulu, Kecamatan Rokan IV Koto.
Baca Juga: Lakalantas di Jalan Parit Indah Ujung, Pengendara Sepeda Motor Meninggal Dunia
Diakuinya, kegiatan normalisasi Sei Kijang telah dimulai Rabu (1/4/2026) hingga Jumat (3/4/2026) Bidang Pengairan Dinas PUPR Rohul masih terus melaksanakan pekerjaan normalisasi di sejumlah aliran Sei Kijang yang mengalami pendangkalan.
Dengan menggunakan alat berat berupa ekskavator beko panjang, untuk melakukan pengerukan badan sungai yang mengalami pendangkalan, termasuk penataan pada bagian tikungan aliran yang dinilai menjadi titik rawan lambatnya aliran arus air.
“Kegiatan Normalisasi ini untuk memperlancar aliran air Sei Kijang, sehingga saat curah hujan tinggi, diharapkan dapat mengurangi luapan air ke permukiman warga Desa Cipang Kiri Hulu, seperti yang terjadi pekan lalu” ujar Sekretaris Dinas PUPR Rohul itu
Baca Juga: Kelangkaan BBM Disebabkan Akses Lambat ke Pulau Bengkalis
Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir di Desa Cipang Kiri Hulu, terjadinya pendangkalan sungai akibat sedimentasi serta penyempitan alur air. Kondisi ini menyebabkan kapasitas tampung sungai berkurang sehingga tidak mampu menampung debit air yang meningkat saat hujan deras.
Ppenataan tikungan aliran Sei Kijang yang dangkal, lanjutnya menjadi fokus penting dalam kegiatan normalisasi ini. Karena tikungan yang terlalu sempit atau dangkal akan berdampak lambat arus air dan memicu terjadinya luapan.
''Dengan dilakukannya pengerukan dan pelebaran alur sungai, diharapkan kapasitas sungai kembali optimal dan mampu mengalirkan air secara lancar menuju hilir,'' jelasnya.
Kegiatan normalisasi Sei Kijang ini, lanjutnya tidak hanya sebagai penanganan jangka pendek, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana jangka panjang di Kecamatan Rokan IV Koto.
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Bungkam Sriwijaya 4-0 di Babak Pertama
''Paska normalisasi ini, kita akan melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi sungai serta mengidentifikasi titik-titik rawan lainnya untuk dilakukan penanganan serupa. Diharapkan langkah cepat ini, risiko banjir di Desa Cipang Kiri Hulu dapat diminimalisir, sehingga masyarakat tidak perlu cemas dan kuatir dalam menjalani aktivitas terutama disaat musim penghujan,'' tutup Zulfikri. (epp)
Editor : Edwar Yaman