PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu Drs H Yusmar MSi menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja aparatur yang profesional melalui penguatan nilai loyalitas, integritas dan kualitas pelayanan publik.
Hal itu disampaikan H Yusmar saat memimpin apel perdana usai serah terima jabatan (sertijab) dengan Sekda sebelumnya Muhammad Zaki, Senin (6/4/2026) di halaman kantor Bupati Rohul.
Dirinya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Bupati Rohul kepada dirinya untuk mengemban amanah sebagai Plt Sekda Rohul terhitung sejak 2 April 2026.
Baca Juga: Pangkas Birokrasi Produk Hukum Daerah, Kemenkum Riau Gagas Inovasi 'Harmonitas' di Ditjen PP
Di samping menyampaikan arahan Bupati Rohul, terkait fokus utama Plt Sekda Rohul adalah melakukan pembinaan serta penertiban kinerja ASN di Kabupaten Rohul, dalam menindaklanjuti terbitnya Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang transformasi budaya kerja ASN yang mulai berlaku 1April 2026.
Di hadapan ratusan pegawai dan pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab Rohul yang hadir, H Yusmar menggaungkan motto kerja “Aparatur Loyal Berintegritas, Pelayanan Berkualitas” sebagai landasan bagi seluruh ASN dan non-ASN di lingkungan Pemkab Rohul.
“Loyal adalah sikap setia, patuh, dan berdedikasi tinggi terhadap pimpinan dan institusi secara konsisten. Loyalitas bukan hanya sekadar formalitas, tetapi komitmen untuk memberikan yang terbaik serta dukungan penuh dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegas Asisten II Setda Rohul itu.
Baca Juga: Pemkab Siak Mulai Melakukan WFH Rabu Pekan Ini, Bupati Afni Sampaikan Hal Ini
Sementara itu, pelayanan berkualitas, lanjutnya, merupakan cerminan mutu kerja aparatur yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional, cepat dan tepat sasaran.
Selain penegasan budaya kerja ASN, Yusmar juga memberikan perhatian serius terhadap penyusunan Laporan Program Strategis Nasional (Pro-SN) Tahun 2025 yang dikoordinasikan oleh Bappeda Rohul bersama seluruh OPD terkait.
Mantan Kepala Bappeda Rohul itu menekankan laporan Pro-SN tersebut harus disusun secara akurat dan akuntabel, serta tidak sekadar menjadi dokumen administratif, melainkan sebagai instrumen evaluasi pembangunan yang nyata dan terukur.
“Fokus utama kita adalah memastikan data Pro-SN valid, sinkron, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini menjadi bagian penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional,” ujar mantan Kadis Kominfo Rohul itu
Baca Juga: Tak Mampu Atasi Persoalan Antrean BBM, Mahasiswa Minta Kadisdagprin Bengkalis Dicopot dari Jabatan
Yusmar menjelaskan, proses penyusunan laporan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dengan mekanisme desk serta pemanfaatan sistem digital seperti Sistem Informasi Pengawasan Inspektorat Jenderal (Siwasiat) untuk meningkatkan kualitas, kecepatan dan akurasi pengawasan.
Ia mengingatkan salah satu prioritas dalam Pro-SN adalah sinkronisasi data program nasional, termasuk program pembangunan perumahan rakyat. “Batas akhir perpanjangan penyampaian laporan Pro-SN ditetapkan paling lambat Jumat, 17 April 2026. Saya minta seluruh OPD Rohul serius menyelesaikannya tepat waktu dan berkualitas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yusmar mengatakan pentingnya pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai program nasional dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.
Gerakan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut, menurutnya, harus diimplementasikan secara nyata melalui kolaborasi lintas sektor, khususnya Dinas Lingkungan Hidup bersama OPD terkait dan ditengah masyarakat Kabupaten Rohul.
“Gerakan ini mencakup penataan lingkungan yang aman, penyediaan sanitasi dan air bersih untuk hidup sehat, pengelolaan sampah terpadu agar tetap resik, serta penataan ruang publik agar indah dan nyaman,” jelasnya.
Ia menambahkan, implementasi gerakan tersebut dilakukan melalui aksi nyata seperti kerja bakti massal, pengelolaan sampah berkelanjutan, hingga program peningkatan kualitas hunian masyarakat.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Tujuan utamanya adalah membangun budaya gotong royong dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan estetika lingkungan secara berkelanjutan,” tutup mantan Kadisdukcapil Rohul itu.(epp)
Editor : Edwar Yaman