Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Terungkap! Cerita Empat Begal Serang Pemuda di Simpang Tangun-Pasirpengaraian Hanya Rekayasa, Kapolres Rohul: Uang Habis Dipakai Judol

Engki Prima Putra • Sabtu, 4 Juli 2026 | 00:12 WIB
Putra Kurnia Bako dan Sulastha Perdana Bako menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada pihak kepolisian dan masyarakat Rohul di depan ruang Satreskrim Polres Rohul, Jumat (3/7/2026).  (Humas Polres Rohul untuk Riaupos.co)
Putra Kurnia Bako dan Sulastha Perdana Bako menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada pihak kepolisian dan masyarakat Rohul di depan ruang Satreskrim Polres Rohul, Jumat (3/7/2026). (Humas Polres Rohul untuk Riaupos.co)

 

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Dugaan aksi pembegalan terhadap seorang pemuda di ruas Jalan Simpang Tangun-Pasirpengaraian, tepatnya di kawasan Simpang Karet, Senin (29/6/2026) yang sempat menghebohkan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), dipastikan tidak pernah terjadi. 

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mengungkap bahwa cerita tersebut hanyalah rekayasa yang dibuat oleh korban sendiri.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra SIK menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, korban bernama Putra Kurnia Bako mengakui telah mengarang cerita menjadi korban pembegalan karena takut kepada orang tuanya.

Baca Juga: Bupati Rohul Relokasi Ratusan Guru PPPK, Kebijakan Pertama di Riau untuk Pemerataan dan Peningkatan Kualitas Pendidikan

"Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui  peristiwa pembegalan tersebut tidak pernah terjadi. Cerita itu hanya dibuat untuk menutupi fakta bahwa uang hasil panen kebun milik ayahnya telah habis dipergunakan, untuk bermain judi online," ujar Kapolres AKBP Emil Eka Putra kepada Riaupos.co, Jumat (3/7/2026).

Pengakuan korban sekaligus membantah informasi yang sebelumnya beredar luas di media sosial mengenai adanya empat pelaku bersenjata tajam yang menyerang korban dan membawa kabur uang serta telepon genggam miliknya.

Cerita tersebut awalnya disampaikan korban kepada kakaknya, Sulastha Perdana Bako. Karena mempercayai pengakuan adiknya, sang kakak kemudian mengunggah informasi itu ke akun Facebook pribadinya dengan maksud mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melintas di lokasi yang disebutkan.

Baca Juga: 12 Ribu ASN Pekanbaru Siap Mengaji Massal, Target Pecahkan Rekor MURI

Setelah diketahui fakta sebenarnya, yang bersangkutan memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak kepolisian dan masyarakat Rohul. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak membuat ataupun menyebarkan informasi yang tidak benar karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Putra Kurnia Bako telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Polres Rokan Hulu dan masyarakat serta seluruh pihak yang sempat dibuat resah akibat informasi palsu tersebut.

Dalam klarifikasinya di depan ruangan Satreskrim Polres Rohul, Jumat (3/7/2026), Putra menjelaskan dirinya telah menggunakan uang hasil panen kebun milik ayahnya untuk keperluan pribadi. Karena takut dimarahi sang ayah, ia kemudian mengarang cerita seolah-olah menjadi korban pembegalan dan kehilangan uang serta barang berharganya.

Baca Juga: Polda Riau Pastikan Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Mahasiswa saat Aksi Unjuk Rasa 

"Saya mengakui bahwa kejadian pembegalan yang saya ceritakan tidak pernah terjadi. Saya telah menggunakan uang hasil panen kebun milik ayah saya untuk keperluan pribadi. Karena takut dimarahi, saya kemudian membuat cerita seolah-olah menjadi korban begal dan meyakinkan kakak saya bahwa kejadian itu benar terjadi," ungkap Putra.

Ia mengatakan, cerita tersebut kemudian dipercaya oleh kakaknya, Sulastha Perdana Bako, sehingga diunggah ke media sosial Facebook sebagai bentuk peringatan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di lokasi yang disebutkan.

Sementara itu, Sulastha mengaku sama sekali tidak mengetahui bahwa cerita yang disampaikan adiknya hanyalah rekayasa. 

Baca Juga: Raja Juli Antoni Akui Sudah Kembalikan Amplop 17 Hari Sebelum OTT KPK Bupati Kuansing, Begini Penjelasannya

"Saya memposting informasi tersebut karena percaya dengan cerita adik saya. Tujuan saya hanya mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di kawasan Simpang Karet, bukan untuk menyebarkan informasi bohong. Setelah mengetahui fakta yang sebenarnya, saya turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat," ujarnya.(epp)

Editor : M. Erizal
#aksi pembegalan #polres rohul #rekayasa