PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Baru sekitar dua pekan mendapat penanganan sementara, ruas Jalan Provinsi Sontang-Duri kembali rusak. Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu, Rabu (19/8), membuat material timbunan tergerus dan sejumlah titik Satu unit Bus Pinem yang membawa belasan penumpang terperosok saat melintasi badan jalan yang rusak, Kamis (20/8) siang. Bus sempat miring dan nyaris terguling setelah ban belakang sebelah kanan keluar dari badan jalan.
Penumpang yang berada di dalam bus sontak panik. Mereka berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Beruntung, bus tidak sampai terbalik dan tidak ada korban jiwa maupun laporan korban luka dalam kejadian tersebut.
Dalam video yang diunggah melalui Facebook oleh Muhammad Zulaika Rohul, terlihat bus yang melaju dari arah Duri kesulitan melewati titik jalan yang kembali rusak dan berlumpur.
Diketahui, sekitar dua pekan lalu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau melakukan penimbunan pada tiga titik ruas yang mengalami kerusakan berat ini.
Baca Juga: Bus Pinem Nyaris Terbalik, Baru 2 Pekan Ditimbun Jalan Sontang-Duri Kembali Hancur
Penanganan dilakukan menggunakan material tanah kuning. Namun, hujan yang turun kembali membuat material timbunan tergerus. Badan jalan kembali rusak dan sebagian permukaannya tergenang air. Kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan dan memilih bagian jalan yang masih dapat dilalui.
Kerusakan tersebut juga berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas. Kendaraan dari arah Rohul menuju Duri, Kabupaten Bengkalis, maupun sebaliknya harus bergantian melewati titik jalan yang rusak. Antrean kendaraan pun terjadi.
Kendaraan besar seperti truk masih dapat melintas melalui jalur yang disiapkan meski kondisi badan jalan tergenang. Sementara minibus mengalami kesulitan karena jalur yang dilalui kembali mengalami kerusakan, terlebih setelah Bus Pinem terperosok.
Baca Juga: Jalan Provinsi Dalu-dalu-Bangun Jaya Rusak Berat, Keselamatan Pengendara Terancam
Kondisi ini kembali memunculkan keluhan masyarakat. Penanganan sementara dinilai belum menyelesaikan persoalan karena material timbunan mudah tergerus ketika hujan. “Kerja tanggung. Akibat ada korban jiwa, diperbaiki, cuma perbaiki tanggung-tanggung. Ini akibatnya,” keluh Muhammad Zulaika.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak lagi mengandalkan penanganan berupa penimbunan sementara. Mereka meminta dilakukan perbaikan secara menyeluruh dengan material dan metode yang lebih kuat sehingga badan jalan tidak kembali rusak ketika hujan turun.
“Seharusnya ditimbun semua dengan material, jangan hanya pengalihan isu pada saat adanya korban jiwa,” lanjutnya.
Baca Juga: Kadiskes Warning Faskes se-Rohul Soal Fraud Klaim JKN, Ini Risikonya
Seorang warga Desa Sontang bernama Elfin mengatakan, kerusakan ruas jalan tersebut mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan angkutan. Menurutnya, kondisi jalan yang semakin parah juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Diakuinya, ruas Jalan Sontang-Duri merupakan jalur penghubung Kabupaten Rohul dengan Duri, Kabupaten Bengkalis. Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penanganan permanen sehingga kerusakan tidak terus berulang dan keselamatan pengguna jalan lebih
“Kami minta Pemerintah Provinsi Riau segera melakukan penanganan menyeluruh dan permanen terhadap ruas Jalan Sontang-Duri. Jangan tunggu lagi ada korban jiwa,’’ ujarnya.
‘’Kondisi jalan provinsi ini mulai menghambat mobilitas warga dan aktivitas angkutan sehingga dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan,” tambahnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi mengatakan, pada ruas jalan ini memang masih dilakukan perbaikan sementara berupa penimbunan. Perbaikan permanen baru akan mulai dilaksanakan pada APBD Perubahan 2026.
Baca Juga: 66 Pejabat Eselon II, III, Kepsek dan Kapus di Rohul Dilantik, Ini Daftar Namanya
“Kami masih menunggu dana dari APBD perubahan untuk penanganan permanen. Rencana juga akan dipasang box culvert agar aliran airnya lancar sehingga tidak menggenangi jalan lagi,” sebutnya.
Jalan Dalu-Dalu-Mahato Ganggu Mobilitas Warga
Kerusakan ruas Jalan Provinsi Dalu-Dalu-Mahato, tepatnyayang menghubungkan Dalu-Dalu, Kecamatan Tambusai menuju Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan.
Pasalnya, kondisi badan jalan yang banyak ditemui lubang dan bergelombang membuat mobilitas warga terganggu serta memaksa pengendara lebih berhati-hati saat melintas di malam hari.
Baca Juga: Bankeu Pilkades 54 Desa di Rohul Belum Cair
Ruas jalan provinsi yang menjadi akses penting masyarakat menuju perbatasan Sumatera Utara tersebut memiliki panjang sekitar 30 kilometer (km) dari Dalu-Dalu menuju Desa Bangun Jaya. Dalam kondisi normal, perjalanan dapat ditempuh sekitar 1 jam 30 menit. Ruas ini berada di bawah kewenangan Dinas PUPR-PKPP Riau.
Pantauan di lapangan, kerusakan terlihat di sejumlah titik sepanjang jalan. Lubang dengan berbagai ukuran dan permukaan jalan yang tidak rata membuat kendaraan harus memperlambat laju. Kondisi itu semakin menyulitkan kendaraan angkutan yang membawa penumpang maupun barang.
Tak hanya mengganggu perjalanan, kerusakan jalan juga menimbulkan persoalan lain bagi warga. Pada musim kemarau, aktivitas kendaraan yang melintas di atas badan jalan rusak menimbulkan debu sehingga mengganggu pengguna jalan dan masyarakat di sekitar ruas tersebut.
Baca Juga: Semarak HUT RI di Rohul, 3 Kantor Ini Jadi Juara Lomba Kebersihan tingkat Kabupaten
Kondisi jalan yang tak kunjung membaik bahkan memunculkan bentuk protes dari masyarakat. Sebuah pamflet dipasang di tepi ruas Jalan Dalu-Dalu-Mahato, tepatnya di wilayah Desa Bangun Jaya. Tulisan dalam pamflet tersebut berbunyi, “Jalan Ini Dijual Karena Pemerintah Sudah Tidak Mau Lagi.” Pemasangan pamflet itu menjadi gambaran kekecewaan masyarakat terhadap kondisi jalan yang dinilai belum mendapat penanganan sebagaimana diharapkan.
Sopir angkutan umum jurusan Rantau Kasai-Pekanbaru, Dede (45), mengatakan kerusakan ruas jalan tersebut sudah lama dikeluhkan pengguna jalan. Kondisi badan jalan yang dipenuhi lubang membuat pengemudi harus lebih waspada, terutama ketika membawa penumpang.
“Kalau kondisi jalan seperti ini, kami harus ekstra hati-hati. Kalau dipaksakan cepat, sangat berisiko. Perjalanan menjadi lebih lama karena banyak lubang dan jalan bergelombang di sepanjang ruas ini,” kata Dede saat dikonfirmasi Riau Pos, Kamis (20/8).
Baca Juga: Terancam Bahayakan Pengendara, Dishub Rohul Telusuri Pemilik Kabel Fiber Optik di Komplek Bina Praja
Diakuinya, kondisi jalan semakin berbahaya pada malam hari. Pengendara yang belum mengetahui titik-titik kerusakan berpotensi terjebak ketika melintasi lubang. “Kalau malam, banyak pengendara yang pertama kali lewat tidak mengetahui ada lubang. Mereka bisa terjebak di titik jalan yang rusak. Ini yang kami khawatirkan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan penanganan terhadap ruas jalan tersebut. Menurutnya, perbaikan jalan dibutuhkan bukan hanya untuk memberikan kenyamanan, tetapi juga menjaga keselamatan pengguna jalan. “Jangan menunggu sampai ada kecelakaan. Jalan ini dipakai masyarakat setiap hari dan menjadi jalur penting bagi kendaraan dari berbagai daerah,” kata Dede.
Keluhan yang sama disampaikan Ibnu, pedagang telur asal Dalu-Dalu. Ia mengaku hampir setiap hari menggunakan ruas jalan tersebut untuk membawa barang dagangan menuju sejumlah desa di Kecamatan Tambusai Utara.
Baca Juga: Plt Gubri: Kita Harus Bekerja Lebih Keras
Menurutnya, kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang membuat telur yang dibawa rentan rusak. Kendaraan harus dikemudikan dengan kecepatan rendah untuk mengurangi guncangan selama perjalanan.
“Kalau membawa telur, jalan rusak seperti ini sangat berpengaruh. Kendaraan terguncang saat melewati lubang. Kalau guncangannya kuat, telur bisa pecah dan kami mengalami kerugian,” kata Ibnu kepada Riau Pos, Kamis (20/8).
Ia menilai kondisi jalan turut memengaruhi aktivitas perdagangan masyarakat. Jalan yang rusak membuat waktu tempuh lebih lama dan berpotensi meningkatkan biaya angkutan. “Harapan kami segera diperbaiki. Kalau jalan bagus, perjalanan lebih aman dan cepat. Biaya angkutan juga bisa lebih ringan. Yang paling penting, keselamatan masyarakat terjamin,” ujarnya.
Baca Juga: Tak Hanya Menghafal Al-Qur'an, Dua Siswa MAS Tahfidz Rohul Cetak Sejarah Jadi Paskibraka
Ibnu meminta Pemprov Riau segera turun melakukan penanganan terhadap titik-titik kerusakan di sepanjang ruas Dalu-Dalu-Mahato, khususnya menuju Desa Bangun Jaya. ‘’Kami harapkan perbaikan jalan provinsi tidak hanya dilakukan secara tambal sulam, tetapi menyentuh titik-titik kerusakan berat agar jalan dapat kembali mendukung kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat,’’ pinta pengusaha muda Kecamatan Tambusai itu.(epp/sol)
Editor : Arif Oktafian