Kualitas Udara Membaik, Disdikpora Rohul Putuskan Siswa Kembali ke Sekolah Mulai Jumat

Engki Prima Putra • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:59 WIB
Kadisdikpora Rohul Alreza Ahyu SE MSi Ak. (Foto Istimewa)
Kadisdikpora Rohul Alreza Ahyu SE MSi Ak. (Foto Istimewa)

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Kabar baik bagi dunia pendidikan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Seiring membaiknya kualitas udara dan nihilnya titik api, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul memutuskan kembali menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Jumat (28/8/2026).

Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri sementara penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik PAUD, SD dan SMP Negeri dan Swasta se Rohul yang diberlakukan pada 26-28 Agustus 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap kabut asap yang sempat menyelimuti sejumlah wilayah Rohul.

Kebijakan kembali ke PTM tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kepala Disdikpora Kabupaten Rokan Hulu Nomor 300.2.1/DISDIKPORA-Set/2 tentang Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi Dampak Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan di Kabupaten Rokan Hulu. 

Baca Juga: Dari Roadshow Bupati Inhu ke Kementerian, 22 KK Warga Talang Mamak Terima Bantuan Penerangan

SE tersebut ditetapkan di Pasirpengaraian pada 27 Agustus 2026 dan ditujukan kepada Koordinator Pendidikan Kecamatan serta kepala satuan pendidikan PAUD, SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Rohul.

Dalam surat edaran itu disebutkan, keputusan mengembalikan pembelajaran ke sekolah diambil setelah kondisi kualitas udara Rohul menunjukkan perkembangan yang semakin membaik. Selain itu, berdasarkan data BMKG per 27 Agustus 2026, tidak terdapat titik api di wilayah Kabupaten Rohul.

Kepala Disdikpora Rohul Alreza Ahyu SE MSi Ak mengatakan, perubahan pola pembelajaran dari PJJ ke PTM di seluruh satuan pendidikan se Kabupaten Rohul  tersebut tetap dilakukan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Baca Juga: Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Tambang Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Menurut Alreza, kebijakan PJJ sebelumnya merupakan langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dari paparan kabut asap ketika kondisi kualitas udara belum memungkinkan untuk pelaksanaan PTM.

“Yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik, namun proses pembelajaran tetap harus berjalan. Karena itu, setiap kebijakan akan kita sesuaikan dengan perkembangan kondisi kualitas udara di Kabupaten Rohul,” ungkap Alreza Ahyu menjawab Riaupos.co, Rabu (27/8) malam.

Dengan kondisi udara yang mulai membaik, lanjutnya, peserta didik kembali diarahkan mengikuti pembelajaran secara langsung di satuan pendidikan mulai Jumat (28/8/2026). 

Baca Juga: Kolaborasi Hadapi Karhutla, Personel dan Peralatan di Riau Dimaksimalkan

Alreza meminta seluruh sekolah tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan kualitas udara, mengingat potensi terjadinya kembali kabut asap, baik akibat Karhutla maupun asap kiriman dari kabupaten tetangga

Alreza mengingatkan satuan pendidikan se Rohul untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan. Kondisi udara dan cuaca akan terus dipantau guna memastikan proses pembelajaran berlangsung aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Perubahan kondisi udara dan cuaca akan terus kita pantau an perhatikan. Apabila nantinya terjadi perubahan yang dapat memengaruhi proses pembelajaran peserta didik, akan kita sampaikan kembali secara resmi,” tegas mantan Sekretaris Inspektorat Rohul itu.

Baca Juga: Unri dan Ruijie Dorong Transformasi Digital Menuju Ekosistem Smart Campus

Alreza mengimbau seluruh warga satuan pendidikan, mulai peserta didik, guru, tenaga kependidikan hingga orang tua atau wali murid, diimbau tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

''Penggunaan masker tetap dianjurkan selama beraktivitas sebagai langkah perlindungan untuk meminimalkan risiko paparan asap, terutama terhadap kesehatan pernapasan pada peserta didik khususnya,'' jelasnya.

Ia meminta Kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan diminta melakukan pengawasan terhadap aktivitas peserta didik agar tidak melakukan kegiatan di luar ruangan secara berlebihan.

Baca Juga: Job Fair PCR Selama Dua Hari Diikuti 31 Perusahaan

Alreza mengimbau satuan pendidikan di bawah Kementerian Agama maupun kementerian/lembaga lainnya di Kabupaten Rohul agar menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan perkembangan kualitas udara serta tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Sebelumnya, PJJ diterapkan bagi peserta didik PAUD, SD dan SMP pada 26-28 Agustus 2026 menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Pelaksanaan PJJ tersebut disertai monitoring dan evaluasi oleh pengawas sekolah serta Koordinator Pendidikan di masing-masing kecamatan.

Dengan kembali diberlakukannya PTM mulai Jumat (28/8/2026), aktivitas belajar mengajar di satuan pendidikan se Rohul diharapkan kembali berjalan normal. Namun, sekolah tetap diminta tidak lengah dan terus mengikuti perkembangan kualitas udara.

Baca Juga: Kabut Asap Menipis, Kualitas Udara di Pelalawan Masuk Kategori Tidak Sehat

''Jika kondisi kembali memburuk dan berpotensi mengganggu kesehatan maupun proses pembelajaran, Disdikpora Rohul akan melakukan penyesuaian kebijakan dan menyampaikannya secara resmi,'' kata Alreza, kesehatan dan keselamatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan pembelajaran di Kabupaten Rohul. (epp)

Editor : M. Erizal
Disdikpora Rohul