Unri dan Ruijie Dorong Transformasi Digital Menuju Ekosistem Smart Campus

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Salah satu fondasi yang semakin menentukan bagaimana sebuah perguruan tinggi bergerak di antaranya adalah infrastruktur digital.
Di balik proses layanan akademik yang dapat diakses dalam hitungan detik, komunikasi antar sivitas akademika, pembelajaran yang berlangsung secara daring, hingga pengelolaan data dan informasi kampus, terdapat jaringan dan sistem digital yang bekerja hampir tanpa terlihat.
Teknologi telah menjadi bagian dari keseharian perguruan tinggi. Tantangannya kemudian bukan lagi sekadar bagaimana menggunakan teknologi, tetapi bagaimana membangun ekosistem digital yang mampu memberikan dampak lebih luas bagi pendidikan, riset, inovasi, dan masyarakat.
Persoalan tersebut menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam Ruijie Education Tour 2026: The Digital Backbone of Societal Impact, yang diselenggarakan oleh Ruijie Networks dengan Universitas Riau (Unri) sebagai pihak yang memfasilitasi kegiatan, di Gedung Integrated Classroom Unri, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan ini mempertemukan unsur pimpinan, unit kerja, fakultas, sivitas akademika Unri, narasumber, peserta, serta para pemangku kepentingan untuk berbagi perspektif mengenai perkembangan teknologi dan masa depan infrastruktur digital perguruan tinggi.
Menariknya, Unri menjadi salah satu perguruan tinggi yang menjadi percontohan dalam pengembangan ekosistem dan sistem informasi perguruan tinggi. Salah satu pengembangan yang dilakukan Unri adalah melalui platform Satu Unri, yang diarahkan untuk mendukung integrasi berbagai layanan dan sistem informasi dalam lingkungan universitas.
Praktik dan pengalaman Unri dalam pengembangan sistem informasi tersebut menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan dalam kegiatan Ruijie Education Tour 2026. Kegiatan ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sriwijaya (Unsri), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Politeknik Negeri Batam (Polibatam), serta Universitas Islam Negeri (UIN) dari berbagai provinsi di Indonesia.
Keterlibatan berbagai perguruan tinggi tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak lagi menjadi kebutuhan satu institusi, melainkan menjadi agenda bersama dalam membangun pendidikan tinggi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Jaringan yang cepat dan perangkat yang canggih pada akhirnya harus bermuara pada sesuatu yang lebih besar, bagaimana teknologi mampu membuat layanan pendidikan menjadi lebih baik, pembelajaran semakin berkualitas, riset berkembang lebih cepat, dan inovasi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




