PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Warga di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Rambah sempat kesulitan mendapatkan air bersih selama beberapa hari. Gangguan pelayanan tersebut ternyata dipicu pencurian kabel pompa distribusi air bersih di Desa Pawan, Kamis (27/8/2026) malam.
Kabel yang menjadi bagian penting dalam pengoperasian pompa tersebut dicuri orang tidak dikenal (OTK). Akibatnya, pompa distribusi tidak dapat beroperasi dan air bersih ke rumah pelanggan tidak mengalir.
Wilayah yang terdampak di antaranya Desa Koto Tinggi, Desa Rambah Tengah Barat (RTB), Desa Rambah Tengah Hilir (RTH), Desa Sialang Jaya, Kelurahan Pasirpengaraian dan sekitarnya.
Baca Juga: Kabut Asap Membaik, Sekolah di Kampar Kembali Tatap Muka Senin
Gangguan pelayanan itu berlangsung sejak Jumat hingga Ahad (30/8/2026) siang. Kondisi tersebut cukup menyulitkan masyarakat, terutama warga yang selama ini mengandalkan layanan Pengelolaan Air Bersih (PAB) untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Desmadiana melalui Kepala UPT Pengelolaan Air Bersih (PAB) Rohul Ardiminsyah membenarkan adanya gangguan tersebut.
Terhentinya distribusi air bersih ke ratusan rumah pelanggan tersebut, bukan disebabkan gangguan pada sumber air, melainkan karena kabel pompa di sumber air Desa Pawan dicuri.
Baca Juga: Bupati Inhu Keluarkan SE Pembelajaran Secara Tatap Muka, Kecuali di Kecamatan Batang Cenaku
"Memang ada gangguan distribusi air bersih karena kabel pompa di Pawan dicuri. Setelah kami mengetahui kejadian tersebut, petugas langsung melakukan perbaikan," ujar Ardiminsyah menjawab Riaupos.co, Ahad (30/8/2026).
Namun, proses perbaikan membutuhkan waktu sehingga pelayanan air bersih belum bisa langsung normal. Setelah pekerjaan selesai, distribusi air bersih mulai kembali dialirkan kepada pelanggan pada Ahad siang.
"Alhamdulillah, setelah dilakukan perbaikan, sekitar pukul 12.30 WIB air sudah kembali mengalir. Kami terus melakukan pemantauan untuk memastikan distribusi berjalan normal," katanya.
Baca Juga: Lurah Tangkerang Labuai Apresiasi Kemeriahan HUT RI di RW 02
Gangguan tersebut sempat memberikan dampak cukup besar terhadap aktivitas masyarakat. Sejumlah warga harus mencari alternatif sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci hingga mandi.
Bahkan, sebagian warga terpaksa membeli air dalam kemasan maupun mengambil air dari sumber lain. Ada pula warga yang mengambil air dari Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian menggunakan jeriken untuk memenuhi kebutuhan air bersih di rumah.
Ardiminsyah mengakui pihaknya memahami keluhan masyarakat akibat terhentinya pelayanan tersebut. UPT PAB Rohul, katanya, terus berupaya menjaga agar distribusi air bersih kepada pelanggan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Baca Juga: Tambang Emas Ilegal di Tanjung Permai Dibongkar, Operator Ekskavator Ditangkap
Di sisi lain, ia mengimbau masyarakat ikut mengawasi fasilitas jaringan air bersih yang berada di lingkungan masing-masing. Jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas pompa maupun jaringan PAB, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas atau pihak berwenang.
Ditegaskannya, fasilitas pompa dan jaringan distribusi air bersih merupakan sarana pelayanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu, pengawasan bersama dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
"Fasilitas ini untuk kepentingan masyarakat. Kami berharap bersama-sama menjaga dan mengawasi fasilitas air bersih agar tidak terjadi lagi kejadian seperti ini," tutupnya. (epp)
Editor : M. Erizal