Diduga Terdampak Antrean Solar, Semen Langka Hampir Sebulan di Rohul, Omzet Toko Bangunan Anjlok

Engki Prima Putra • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 17:54 WIB
Ilustrasi semen. (Jawapos.com)
Ilustrasi semen. (Jawapos.com)

 

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Dalam sebulan terakhir, masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mulai kesulitan mendapatkan semen. 

Kelangkaan bahan bangunan utama tersebut membuat warga yang hendak membangun maupun merenovasi rumah harus melakukan booking terlebih dahulu kepada toko bangunan.

Kalau pun ada semen yang dijual toko bangunan, harganya ada yang mengalami kenaikan dan ada pula yang masih bertahan dengan harga sebelumnya. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas usaha toko bangunan di Kabupaten Rohul.

Baca Juga: Hari Keempat, Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Rimbo Panjang

Pasalnya, penjualan sejumlah material ikut merosot karena warga memilih menunda pembangunan ketika semen yang menjadi bahan utama sulit didapatkan. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat dan toko bangunan yang mengalami penurunan omzet.

Pemilik Toko Amanah Bangunan Pasirpengaraian, H Zakir, mengatakan kelangkaan semen sudah dirasakan pihaknya hampir satu bulan terakhir. Pasokan dari distributor disebut mengalami keterlambatan, sementara untuk mendapatkan kiriman, toko harus mengikuti antrean distribusi.

"Sudah lebih sebulan semen langka. Kami mendapatkan informasi dari distributor, untuk mendapatkan semen harus antre berhari-hari. Kondisi ini terjadi baik dari Dumai maupun Padang," ujar H Zakir menjawab Riaupos.co, Ahad (6/9/2026), terkait kosongnya bahan baku semen yang dijual di tokonya.

Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa FPK Unri Kembangkan Pento Ramah Lingkungan

Menurutnya, terganggunya pasokan semen juga tidak terlepas dari tingginya kebutuhan untuk pengerjaan sejumlah proyek, termasuk proyek pemerintah. Di sisi lain, distribusi semen dari daerah pemasok mengalami keterlambatan sehingga stok di tingkat toko bangunan menjadi terbatas.

Kondisi tersebut semakin terasa di tengah persoalan antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang terjadi di sejumlah daerah.

 ''Informasi dari distributor, hambatan dalam distribusi semen akibat antrean BBM Solar di SPBU membuat pasokan berbagai kebutuhan menjadi tidak lancar, termasuk material bangunan, ini tidak aja terjadi i Rohul tapi kelangkaan Semen terjadi di Riau'' katanya.

Meski pasokan terbatas, Zakir menegaskan pihaknya tidak menaikkan harga jual semen kepada masyarakat. Saat ini semen Padang dijual Rp78 ribu per sak, semen Tiga Roda Rp85 ribu per sak dan semen Merah Putih Rp75 ribu per sak.

Baca Juga: 6 Bandara Masih Ditutup Sementara, Ini Langkah Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

"Untuk harga kami tidak menaikkan. Semen Padang Rp78 ribu, Tiga Roda Rp85 ribu dan Merah Putih Rp75 ribu per sak," jelasnya.

Terbatasnya pasokan semen membuat Toko Amanah Bangunan menerapkan sistem booking bagi masyarakat yang membutuhkan semen. Warga cukup mendaftarkan nama dan jumlah kebutuhan tanpa harus membayar panjar.

"Kalau di toko kami, masyarakat yang ingin membeli semen harus booking nama terlebih dahulu, tanpa panjar. Kami prioritaskan penjualan kepada pelanggan," katanya.

Baca Juga: Jaga Kekompakan dan Persaudaraan, 14 Tim Ikuti Turnamen Futsal Antar-SPPG di Bengkalis

Sementara bagi kontraktor yang membutuhkan semen dalam jumlah besar, pembelian dibatasi maksimal sekitar 50 sak dan tetap disesuaikan dengan ketersediaan stok. "Kami utamakan pelanggan. Kalau kontraktor yang membeli dalam jumlah besar, maksimal 50 sak. Itu pun melihat stok semen yang tersedia," sebutnya.

Zakir mengatakan pasokan yang diterima toko dari distributor juga dibatasi. Untuk pengiriman menggunakan mobil engkel, jumlah semen yang dapat diangkut sekitar 400 sak. Sedangkan menggunakan truk tronton mencapai sekitar 520 sak.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus lebih dulu memastikan ketersediaan semen sebelum membeli material bangunan lainnya. ''Jika semen belum tersedia, sebagian pekerjaan pembangunan terpaksa ditunda,'' katanya.

Baca Juga: Empat Petinju Kuansing Maju ke Partai Puncak Kejurprov di Kampar

Kelangkaan semen tersebut berdampak terhadap omzet Toko Amanah Bangunan. Zakir mengungkapkan, penjualan tokonya mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen sejak kondisi tersebut terjadi.

"Dampak langkanya semen, omzet kita menurun sekitar 50 persen. Sudah hampir sebulan kondisi seperti ini," ungkapnya.

Zakir menegaskan, dampak kelangkaan semen jauh lebih luas dibanding sekadar sulitnya masyarakat mendapatkan bahan bangunan. Ketika semen tidak tersedia, warga yang sedang membangun atau merenovasi rumah dan tempat usaha terpaksa menunda pekerjaan.

Baca Juga: Ribuan Penumpang SSK II Batal Terbang ke Jakarta, 33 Penerbangan Cancel Akibat Erupsi Anak Krakatau

Penundaan tersebut kemudian berdampak terhadap penjualan material bangunan lainnya. Masyarakat yang tidak jadi membangun tentu juga menunda pembelian pasir, batu, besi, bata maupun berbagai kebutuhan material lainnya.

"Kalau semen tak ada, barang lainnya juga tak ada yang dibeli. Masyarakat mau membangun atau merenovasi tempat tinggal atau usaha jadi terkendala. Akhirnya mereka tidak membeli bahan bangunan lainnya," katanya.

Zakir berharap kondisi distribusi semen segera kembali normal. Menurutnya, kelancaran pasokan sangat dibutuhkan masyarakat yang sedang membangun maupun merenovasi rumah dan tempat usaha.

Baca Juga: Jatuh ke Dalam Sumur, Warga Talang Mandi Ditemukan Tewas

Selain membantu masyarakat, tambahnya, normalnya distribusi semen juga akan kembali menggerakkan penjualan berbagai material bangunan dan membantu pelaku usaha toko bangunan yang saat ini ikut terdampak.

"Harapan kami pasokan kembali normal. Kalau semen ada, masyarakat bisa kembali membangun dan bahan bangunan lainnya juga ikut terjual," pinta mantan pensiunan PNS Rohul itu.

Kelangkaan semen tersebut dirasakan langsung masyarakat yang sedang melakukan pembangunan. Warga terpaksa mencari toko yang masih memiliki stok atau mendaftarkan kebutuhan terlebih dahulu sebelum bisa mendapatkan semen.

Baca Juga: Belum Ada Perubahan, Kualitas Udara Kuansing Masih Tidak Sehat

Rahmat, salah seorang warga Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, mengatakan kelangkaan semen cukup menyulitkan masyarakat yang tengah melakukan pembangunan maupun renovasi rumah. Ketersediaan semen yang tidak menentu membuat pekerjaan di lapangan tidak dapat dilakukan secara lancar.

"Kalau semen sulit didapat, pembangunan tentu terkendala. Kita sudah merencanakan pekerjaan, tetapi kalau semennya tidak ada, terpaksa menunggu sampai dapat," ujar Rahmat menjawab Riaupos.co, Ahad (6/9/2026), saat hendak membeli semen di salah satu toko bangunan di Pasirpengaraian.

Menurutnya, kebutuhan semen menjadi salah satu material yang tidak bisa ditunda ketika proses pembangunan sudah berjalan. Ketika stok semen tidak tersedia, pekerjaan lainnya juga ikut tertunda karena semen merupakan material utama yang dibutuhkan dalam proses pembangunan.

Baca Juga: 11 Hotspot Terdeteksi, Rohul Kembali Diselimuti Kabut Asap, Warga Mulai Rasakan Cuaca Gerah

Rahmat mengaku masyarakat kini harus lebih aktif mencari informasi mengenai ketersediaan semen sebelum datang ke toko bangunan di Pasirpengaraian dan Ujung Batu. Bahkan, warga harus melakukan booking terlebih dahulu agar bisa mendapatkan semen ketika pasokan tiba.

Kondisi tersebut dinilai cukup menyulitkan, terutama bagi masyarakat yang sudah menyiapkan anggaran dan tenaga untuk pembangunan. Rencana pekerjaan yang telah disusun terpaksa menyesuaikan dengan ketersediaan semen di pasaran.

Ia berharap pasokan semen dari distributor kembali lancar masuk ke Kabupaten Rohul. Dengan demikian, kebutuhan semen masyarakat dapat terpenuhi dan kegiatan pembangunan, termasuk proyek pemerintah, dapat berjalan normal.

Baca Juga: Video Durasi 21 Detik Guru dan Kepsek SD di Pekalongan, Disdikbud Ungkap Pemeran Sudah Berkeluarga

"Kita berharap distribusinya kembali lancar, sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan semen. Kalau pasokan normal, pembangunan masyarakat maupun proyek pemerintah juga bisa berjalan sebagaimana mestinya," harapnya. (epp)

Editor : M. Erizal
semen langka rohul semen