PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Bonai Darussalam beberapa pekan lalu, kembali memperparah kondisi ruas jalan provinsi Sontang-Duri, tepatnya pada jalur penghubung Desa Sontang menuju Desa Kasang Padang, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Jalan yang sebelumnya mendapat penanganan darurat dengan penimbunan pada awal Agustus lalu di tiga titik oleh Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, kini jalur Rohul-Bengkalis yang sempat viral akibat adanya korban jiwa kembali rusak berat. Material timbunan tanah tergerus usai hujan, sehingga badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur.
Kondisi paling parah terlihat pada sejumlah titik yang menjadi lintasan kendaraan bertonase besar. Jalan yang sebelumnya dapat dilalui dari dua arah kini praktis terbagi menjadi dua bagian. Satu sisi berubah menjadi kubangan lumpur dan sulit dilalui truk, sementara kendaraan kecil masih dapat melewati bagian jalan yang relatif lebih keras.
Baca Juga: Satu Hati Menemani Setiap Langkah, Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Hari Pelanggan Nasional
Akibat kondisi tersebut, truk pengangkut CPO, cangkang, sawit dan berbagai kebutuhan logistik harus ekstra hati-hati. Tidak sedikit kendaraan bertonase besar yang kehilangan daya cengkeram dan terjebak di kubangan lumpur.
Warga Desa Sontang, Asman, mengatakan kerusakan jalan tersebut kembali terjadi tidak lama setelah dilakukan penimbunan. Menurutnya, paska hujan beberapa pekan lalu, kondisi jalan provinsi Sontang-Duri semakin sulit dilalui, terutama oleh kendaraan bermuatan berat.
"Setelah ditimbun memang sempat bisa dilewati. Tapi begitu hujan turun, tanah timbunannya tergerus lagi. Sekarang jalannya terbelah, truk banyak yang terjebak di lumpur, jalur mobil kecil masih aman dilewati" ujar Asman kepada Riaupos.co, Ahad (6/9/2026), petang.
Baca Juga: 414 Kasus ISPA Tercatat di Kampar Saat Paparan Asap Karhutla Dipantau
Ia mengatakan, kendaraan kecil masih bisa melintas dengan memilih sisi jalan yang kondisinya lebih baik. Namun, kondisi berbeda dialami truk yang membawa muatan berat.
"Kalau mobil kecil masih bisa cari sisi yang agak keras. Tapi kalau truk, apalagi membawa muatan, susah. Banyak yang masuk lumpur dan akhirnya harus ditarik," katanya.
Menurut Asman, persoalan tersebut sudah menjadi keluhan masyarakat. karena ruas Sontang-Duri merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Rohul-Bengkalis yang terdekat khususnya menuju Kota Duri.
Baca Juga: Diduga Terdampak Antrean Solar, Semen Langka Hampir Sebulan di Rohul, Omzet Toko Bangunan Anjlok
Selain sebagai akses transportasi, jalan tersebut menjadi salah satu jalur penghubung aktivitas ekonomi Rohul menuju wilayah Duri. "Ini jalur vital dan ekonomi masyarakat.
Kami berharap jangan hanya ditimbun tanah lagi. Kalau setiap hujan rusak kembali, masalahnya tidak akan selesai. Jalan Provinsi Sontang-Duri perlu penangan permanen oleh pemerintah" tegasnya.
Warga berharap Pemerintah Provinsi Riau segera melakukan penanganan lanjutan dengan metode yang lebih permanen. Sebab, kerusakan yang berulang tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi telah mengganggu distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Hari Keempat, Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Rimbo Panjang
"Kami tidak ingin setiap hujan jalan rusak lagi, lalu ditimbun lagi. Harapannya ada solusi permanen supaya masyarakat dan sopir tidak terus menghadapi kondisi seperti ini," tutup Asman.
Keluhan serupa disampaikan sejumlah sopir truk pengangkut Sawit yang melintasi ruas tersebut. Kondisi jalan berlumpur membuat kendaraan berat sulit melintas , terutama ketika membawa muatan penuh. Sehingga Sopir harus memilih jalur dengan hati-hati agar roda kendaraan tidak masuk terlalu dalam ke kubangan.
"Salah ambil jalur bisa langsung terjebak. Truk yang membawa muatan berat paling sulit keluar kalau sudah masuk lumpur," keluh Elfin, Sopir Truk Pengangkut Sawit saat dikonfirmasi Riaupos.co, Ahad (6/9/2026).
Baca Juga: 6 Bandara Masih Ditutup Sementara, Ini Langkah Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Kondisi jalan Sontang-Duri, tidak hanya membuat perjalanan menjadi lebih lama, tetapi risiko kendaraan mengalami kerusakan. Sopir bahkan harus menunggu kendaraan lain membantu menarik truk yang terpuruk.
"Kalau sudah terjebak, mau tidak mau harus ada yang membantu menarik. Kami berharap jalan ini segera diperbaiki, karena setiap hari kami melewati jalur ini," ujar Elfin. (epp)
Editor : M. Erizal