Panen Gabah Kering di Rohul Tembus 8,9 Ton per Hektare, Rambah Baru Disiapkan Jadi Sentra Pangan

Engki Prima Putra • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 21:45 WIB

 

Bupati Rohul Anton bersama Forkopimda dan kepala perangkat daerah panen padi bersama di Desa Rambah Baru, Kecamatan Rambah Samo, Senin (7/9/2026). (Prokopim Setda Rohul untuk Riaupos.co)
Bupati Rohul Anton bersama Forkopimda dan kepala perangkat daerah panen padi bersama di Desa Rambah Baru, Kecamatan Rambah Samo, Senin (7/9/2026). (Prokopim Setda Rohul untuk Riaupos.co)

 

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO)-Bukan sekadar panen melimpah, kawasan pertanian di Desa Rambah Baru, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mulai disiapkan untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata dan edukasi pertanian.

Potensi itu terlihat dari hasil uji ubinan pada panen bersama Bupati Rohul Anton ST MM, Senin (7/9/2026). Produktivitas padi yang dipanen mencapai 8,9 ton gabah kering panen (GKP) per hektare, jauh di atas rata-rata produktivitas padi sawah Rohul pada 2025 yang berada di angka 6,92 ton per hektare.

Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa kawasan pertanian Rambah Baru memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Tidak hanya sebagai sentra produksi pangan, tetapi sebagai kawasan yang memiliki nilai ekonomi, wisata dan edukasi.

 Baca Juga: Diminta Jaga Dedikasi, Kemenkum Riau Beri Pegawai Teladan Penghargaan

Panen bersama tersebut dilaksanakan di lahan kelompok petani Desa Pasir Baru, Kecamatan Rambah Samo, yang berada dalam kawasan pertanian Rambah Baru. Kegiatan dihadiri jajaran pemerintah daerah, Forkopimda, Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau, BPN Rohul, Bulog, penyuluh, kelompok tani serta para petani.

Bupati Rohul Anton ST MM mengatakan, hasil panen tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras petani mampu menghasilkan produksi pangan sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah.

 Baca Juga: Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Rengat Resmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat

"Panen hari ini (Senin, red), merupakan bukti bahwa kerja keras akan melahirkan hasil. Dari tangan para petani, kita tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi dapat menjaga kemandirian pangan daerah," kata Bupati Anton disela-sela panen padi bersama di Desa Rambah Baru, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, sektor pertanian harus menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah sekaligus fondasi ketahanan pangan Rohul. Dengan potensi lahan yang tersedia, Rohul dinilai memiliki peluang menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Riau.

Saat ini, Rohul memiliki luas baku lahan sawah sekitar 1.432 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1.100 hektare masih dapat ditanami dan tersebar di delapan kecamatan. Khusus Kecamatan Rambah Samo, luas areal persawahan mencapai 467,75 hektare. Sementara Desa Rambah Baru memiliki sekitar 129 hektare lahan yang masih berpotensi dikembangkan untuk mendukung peningkatan produksi pangan daerah.

 Baca Juga: BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Anton menyebutkan, sepanjang 2025 luas panen padi Rohul selama tiga musim tanam mencapai 3.520,4 hektare. Terdiri dari 1.752,4 hektare padi sawah dan 1.768 hektare padi kering atau gogo.

Dari luas panen tersebut, produksi padi Rohul mencapai 18.390,62 ton GKP dengan rata-rata produktivitas 5,22 ton per hektare. Produktivitas padi sawah mencapai 6,92 ton per hektare, sedangkan padi gogo 3,55 ton per hektare.

Untuk 2026, lanjutnya Pemkab Rohul menargetkan rata-rata produktivitas padi sawah dan padi gogo meningkat menjadi 5,5 ton per hektare. Target tersebut ditempuh melalui peningkatan indeks pertanaman, penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit serta penerapan teknologi pertanian modern.

"Capaian 8,9 ton per hektare di areal yang kita panen hari ini sudah di atas rata-rata produktivitas padi sawah tahun sebelumnya yang hanya 6,92 ton per hektare," jelas Anton.

Untuk mendorong peningkatan produksi, katanya, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan benih padi sawah untuk areal seluas 400 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 170 hektare dialokasikan bagi petani di Kecamatan Rambah Samo.

Anton menegaskan, peningkatan produksi pertanian tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi petani, penyuluh, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

 Baca Juga: Ratusan Peserta Didik Nyaris Keracunan, 6 Sekolah di Inhu Tolak MBG Akibat Menu Keluarkan Aroma Basi

"Kita harus bekerja bersama. Pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan, tetapi keberhasilan pertanian membutuhkan kerja bersama seluruh pihak," uja mantan Kadis PUPR Rohul itu..

Bupati Anton menegaskan, capaian panen 8,9 ton per hektare tersebut kini menjadi salah satu modal bagi Pemkab Rohul untuk mendorong pengembangan kawasan Rambah Baru ke tahap yang lebih luas.

Anton meminta perangkat daerah terkait menyatukan langkah untuk menggali seluruh potensi yang ada di Desa Rambah Baru. Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga berkembang menjadi ikon agrowisata sekaligus pusat edukasi pertanian di Rohul.

Konsep pengembangan kawasan akan diarahkan secara terpadu dengan mengintegrasikan sektor tanaman pangan, peternakan, perkebunan dan pariwisata. Infrastruktur pendukung juga disiapkan agar kawasan tersebut memiliki daya tarik sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Kita ingin Desa Rambah Baru tidak hanya menjadi sentra pertanian, tetapi berkembang sebagai ikon agrowisata dan edukasi pertanian yang mengintegrasikan sektor pangan, peternakan, perkebunan, pariwisata dan infrastruktur," sebutnya.

Dirinya optimis, jika direncanakan secara matang dan didukung kolaborasi yang kuat, Rambah Baru berpeluang menjadi model pengembangan pertanian terpadu di Rohul. Bahkan, konsep tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Provinsi Riau.

"Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petani dan insan pertanian khususnya Desa Rambah Baru yang telah menjadi bagian penting dalam menjaga pangan daerah di Negeri Seribu Suluk," tutupnya.(epp)

Editor : Edwar Yaman
Panen Gabah Kering rohul sentra pangan agrowisata