SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) - Pemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten Siak tinggal empat hari lagi, tepatnya Sabtu (22/3) mendatang. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk pun datang ke Siak untuk memastikan kesiapan PSU di dua tempat pemungutan suara (TPS) nantinya.
Wamendagri didampingi Plh Sekda Fauzi Asni, Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra SH SIK MSi, Kasdim Mayor Inf Indra Mangaratua Samosir, Ketua KPU Said Dharma Setiawan dan sejumlah komisioner di antaranya Dedi Kurniawan, Ketua Bawaslu Zulfadli, Camat Siak Arie Darmawan, dan Penghulu Buangan Besar Suwanto.
Wamendagri Ribka Haluk mengatakan, sengaja datang mendadak untuk melihat kesiapan PSU di Siak seperti apa. Tak hanya meninjau gudang logistik, Ribka juga meninjau TPS 03 Buantan Besar, Kecamatan Siak dan TPS 03 Jayapura.
Setelah melihat semuanya, Ribka Haluk menilai penyelenggara yaitu KPU dan Bawaslu sudah siap melaksanakan PSU, termasuk dengan aparat keamanan TNI dan Polri yang siaga serta membangun pos pengamanan di sekitar TPS. ‘’Penyelenggara mengatakan ke saya mulai besok (hari ini, red) sampai Jumat (21/3) akan mendistribusikan undangan atau C1 kepada pemilih yang masuk dalam DPT,” jelasnya.
Terkait politik uang, Ribka Haluk mengingatkan kepada pasangan calon agar menjaga demokrasi. Bagaimana bersama menjaga demokrasi lebih baik ke depan, melaksanakannya dengan cara-cara profesional.
‘’Apalagi saat ini bulan Ramadan, bersama meminimalisir potensi lain. Pilkada ini tuntas. Jangan lagi diperpanjang, kasihan rakyatnya menunggu prosesnya akan lama. Makanya saya datang ke sini untuk memastikan kesiapan PSU di Siak ini,” kata Ribka Haluk.
Kepada pemilik suara, Ribka Haluk mengimbau agar datang ke TPS, memberikan hak pilihnya. ‘’Silakan datang ke bilik suara, bebas menentukan siapa yang dipilih karena ini langsung umum bebas dan rahasia (luber). Pemerintah hanya memfasilitasi, KPU dan Bawaslu sebagai anggota penyelenggara, TNI dan Polri menciptakan rasa aman, dan kami harap berlangsung seadil adilnya,” harapnya.
Mengenai kepala daerah yang masih menjabat, tidak ada aturan harus cuti menjelang PSU karena ketika pilkada serentak lalu sudah melaksanakan cuti kampanye. “Apalagi pada PSU ini, tidak ada kampanye, maka tidak harus cuti,” terang Ribka Haluk.
Wamendagri penasaran dengan nama Kampung Jayapura serta TPS Jayapura. Ketika bertanya kepada KPPS bernama Wendi Atmaja, Wamendagri tak mendapatkan jawaban sebagai mana diharapkananya, terkait dari mana asal nama Jayapura untuk Kampung Jayapura.
Demikian juga ketika bertanya kepada Penghulu atau Kades Jayapura Nurhadi Budiono tentang sejarah penamaan Kampung Jayapura, penghulu juga tak bisa menjawab. “Saya pendatang pada 1994, sementara Kampung Jayapura ini sudah ada sejak 1980 saat masuknya transmigrasi,” ucap Nurhadi Budiono.
Akhirnya Wamendagri Ribka Haluk meminta Ketua KPU Siak Said Dharma Setiawan untuk mendapatkan sejarah berdirinya Kampung Jayapura dan kenapa diberi nama Jayapura. ‘’Ketua KPU tolong dapatkan sejarah Kampung Jayapura ini ya,’’ kata Ribka Haluk, membuat semua yang hadir tersenyum.
Sementara Ketua KPU Said Dharma Setiawan mengatakan ini pekerjaan rumah (PR) buat dirinya. “PR akan saya laksanakan, mencari jejak sejarah kenapa dinamakan Kampung Jayapura,” ucapnya.
Sementara di TPS 03 Buantan Besar yang pertama didatangi Wamendagri Ribka Haluk, ketua KPPS Saut ditanyai tentang kesiapan PSU. ‘’Hendaknya semua dalam keadaan sehat sehingga dapat melaksanakan PSU dengan baik pada Sabtu (22/3) mendatang,’’ ujarnya.(mng)
Editor : Arif Oktafian