Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

1.011 Pemilih Bakal Tentukan Pemimpin Siak

Monang Lubis • Sabtu, 22 Maret 2025 | 10:21 WIB
Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo (kanan) didampingi Kapolsek Bungaraya AKP Aspikar meninjau TPS 3 Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Jumat (21/3/2025).
Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo (kanan) didampingi Kapolsek Bungaraya AKP Aspikar meninjau TPS 3 Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Jumat (21/3/2025).

SIAK SRI INDRAPURA DAN PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemungutan suara ulang (PSU) dihelat di tiga tempat pemungutan suara (TPS) di Siak, Sabtu (22/3) hari ini. Sebanyak 1.011 masyarakat Siak yang namanya masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan sudah mendapatkan undangan C1 akan menentukan pe­mimpin Siak lima tahun ke depan.

Ada tiga pasangan calon (paslon) yang akan bersaing. Yakni, nomor urut 1 Irving Kahar-Sugianto, nomor urut 2 Afni Zulkifli-Syamsurizal, dan nomor urut 3 Alfedri-Husni. Saat Pilkada Serentak 24 November 2024 lalu, selisih antara peraih suara terbanyak Afni Zul­kifli-Syamsurizal dengan Alfedri-Husni Merza cuma 224 suara. Ketua KPU Siak Said Dharma Setiawan mengingatkan masyarakat yang namanya masuk dalam DPT dan sudah mendapatkan undangan C1 untuk datang ke TPS dan memberikan hak pilihnya. “Kami siap melaksanakan amar putusan tersebut (MK) dan kami berharap masyarakat yang terdaftar dalam DPT berpartisipasi aktif untuk menyukseskan pilkada berdaulat di Kabupaten Siak,” ujarnya, Jumat (21/3).

Diketahui, ada tiga TPS PSU Pilkada Siak. Yaitu TPS 3 Kampung Jayapura, TPS 3 Buantan Besar, dan TPS lokasi khusus RSUD Tengku Rafian. Daftar nama lokasi khusus RSUD Tengku Rafian yang namanya masuk dalam DPT khusus diimbau agar berpartisipasi aktif karena putusan MK telah memfasilitasi hak masyarakat Siak saat di rumah sakit untuk dapat memilih kembali.

Ada 64 pemilih di RSUD. Sedangkan di TPS 3 Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak ada 447 DPT, daftar pemilih tambahan (DPTb) 4, dan daftar pemilih khusus (DPK) 2. Sedangkan di TPS 03 Jayapura, Kecamatan Bungaraya ada 494. Total asa 1.011 pemilih. “KPU Siak siap melaksanakan PSU, dengan bersinergi dengan Bawaslu, Gakkumdu, TNI dan Polri,” ujar Said Dharma Setiawan.

Nanang, warga Buantan Besar yang akan memberikan hak pilihnya di TPS 3 Buantan Besar, Kecamatan Siak mengatakan akan kembali mencoblos sesuai hati nuraninya. ‘’Memilih ini kan hak konstitusi setiap orang. Saya akan memberikan suara secara langsung umum, bebas, dan rahasia (luber),” katanya.

‘’PSU ini penentu masa depan Siak, jadi hanya berpikir bagaimana Siak ke depan menjadi lebih baik dan berkemajuan, serta masyarakat semakin sejahtera,’’ tambahnya.

Sementara Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusuma SH M.Han didampingi Kapolsek Bungaraya AKP Aspikar meninjau TPS 3 Jayapura, kemarin. Wakapolda menyaksikan pemasangan tenda yang nantinya lantainya dilapis dengan tripleks sehingga ketika hari H pencoblosan, warga yang akan memberikan hak suaranya aman dan nyaman.

Meski diguyur hujan, Wakapolda masih sempat memberikan statemen tentang PSU. ‘’Semoga PSU berjalan lancar,’’ ujarnya setelah menyaksikan TPS dan kesiapan penyelenggara serta pengamanan yang dilakukan Polres, Brimob dan Kodim 0322/Siak.

Sementara pantauan di dua TPS, pengamanan terlihat semakin maksimal. Tak hanya personel TNI dan Polri yang siaga di tenda, tapi juga TNI dan Polri yang berkeliling menggunakan sepeda motor dan mobil patroli.

Sementara itu, Dandim 0322/Siak Letkol Arh Riyanto Budi Nugroho mengatakan, pendistribusian logistik surat suara akan dilakukan, Sabtu (22/3) pagi. “Hal ini kami lakukan agar PSU berjalan jujur dan adil (jurdil). Logistik bergerak pagi sekitar pukul 06.00 WIB, atau lebih awal,” tegasnya.

Pendistribusian logistik ini di bawah pengawalan personel TNI dan Polri. ‘’In sya Allah sampai di tiga TPS tepat waktu. Saat penghitungan suara, kami tidak bisa mencegah masyarakat untuk menyaksikan. Hanya di sana kami akan semakin meningkatkan pengamanan mencegah terjadinya gesekan,” kata Dandim.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau meminta semua pihak menjalankan proses demokrasi dengan benar. Bawaslu memastikan pengawasan ketat akan dilakukan dan siap memberikan sanksi bagi siapa pun yang melanggar aturan.

Hal ini disampaikan Anggota Bawaslu Riau Indra Khalid Nasution. Dia menekankan pentingnya kompetisi yang adil dalam PSU kali ini dan mengingatkan pasangan calon untuk bertanding secara sportif tanpa menggunakan cara-cara yang melanggar hukum, terutama praktik politik uang.

“Kita berharap paslon ber­kontestasi secara fair, tidak menggunakan cara-cara yang melanggar hukum terutama membeli suara pemilih,” ujar Indra kepada wartawan, Jumat (21/3). Tak hanya kepada peserta pemilu, Indra juga mengimbau masyarakat pemilih di TPS PSU agar tidak tergoda oleh politik uang yang dapat merusak proses demokrasi dan masa depan daerah. “Begitu juga masyarakat pemilih di TPS PSU, jangan tergoda dengan uang receh yang mempengaruhi masa depan Siak. Pilihlah sesuai hati nurani,” lanjutnya.

Bawaslu Siak dengan pengawasan ketat dari Bawaslu Provinsi dan Bawaslu RI, akan memastikan jalannya PSU sesuai aturan. Indra menegaskan bahwa pihaknya tak akan ragu menindak setiap pelanggaran yang terjadi.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam pilkada, baik pemungutan suara awal maupun PSU memiliki aturan yang sama. Setiap pelanggaran tetap akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. “Ingat, dalam pilkada tidak ada bedanya antara pemungutan suara awal dengan PSU. Semua ancaman hukuman tetap dapat diberlakukan terhadap pelaku pelanggaran,” tegasnya.(das)

Editor : Rindra Yasin
#PSU Siak #Pilkada siak psu #Pemungutan Suara Ulang (PSU) #siak