Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dilema ASN Belum Gajian, Mulai dari Menjual Perhiasan Anak dan Istri, sampai Ribut karena Tak Pegang Uang

Monang Lubis • Kamis, 17 April 2025 | 18:17 WIB
Ketua DPRD Siak Indra Gunawan  bersama Wakil Ketua II Laiskar Jaya, dan sejumlah anggota mendengarkan penganggaran gaji pegawai di lingkungan Pemkab Siak, Senin (14/4/2025).
Ketua DPRD Siak Indra Gunawan bersama Wakil Ketua II Laiskar Jaya, dan sejumlah anggota mendengarkan penganggaran gaji pegawai di lingkungan Pemkab Siak, Senin (14/4/2025).

SIAK (RIAUPOS.CO) -- Belum masuknya gaji ASN di Kabupaten Siak, membuat situasi semakin memburuk. Sebagian ada yang sudah menjual gelang, rantai emas anak dan istri.

Paling menggores hati, ada yang ribut dengan istri, karena sudah tidak ada apa apa di rumah. Hal itu diakui Junaidi.

Dia sampai tak bertegur sapa, karena setiap dia pulang, istrinya cemberut. Jika ditanya, ujungnya malah ribut.

"Bagaimana tak ribut, saya dan istri sudah tak pegang uang," kata Junaidi.

Meski ada pernyataan Wakil Bupati Siak Husni Merza, dalam apel, Senin (14/4/2025) pagi, kalau ada ASN di rumahnya cuma ada beras dan garam, datang ke rumahnya.

Ucapan itu menimbulkan beragam pemahaman. Ada yang menilai hal itu benar benar sebagai bentuk kepedulian, sekaligus support kepada ASN yang memang sedang dalam kesulitan karena gaji April belum masuk, dan tunjangan sejak Desember tak keluar, serta THR baru sebagian dibayarkan.

Sebaliknya ada juga yang menilai, sebagai pemimpin, seharusnya bahasanya menenangkan, menyejukkan hati.

Sebab hidup ini bukan tentang makan saja, pendidikan anak, air, listrik dan lain lain perlu dibayar, tak bisa telat apalagi sampai berutang.

Bahkan Chandra yang juga ASN menyebutkan beberapa temannya sudah berutang ke kedai dan sampai kini hubungan mereka dan orang kedai sedang tidak baik baik saja, karena menunggak membayar.

"Nahasnya, ada juga yang terjebak dalam pinjaman online," ucap Chandra.

Sementara, honorer benar benar lebih mengenaskan kondisinya. Zizi dan teman-tamannya sesama honorer, sudah tak berani lagi duduk di warung kopi.

 

"Kopi segelas Rp6.000, tapi kami benar benar tidak mampu membelinya. Kami memilih mengalihkannya untuk jajan anak," kata Zizi.

Pemanggilan yang dilakukan DPRD Siak terhadap Kepala Bapperida dan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) pada Senin (14/4) lalu, dalam rapat dengar pendapat (RDP), disebutkan Ketua DPRD Siak Indra Gunawan, untuk mendapatkan klarifikasi atas transfer pusat, menyebabkan keuangan daerah menjadi terdampak.

Dampak semakin meluas, ketika gaji ASN untuk April belum dibayarkan dan THR baru sebagian diterima.

"Kami mengharapkan apa yang diutarakan Kepala Bapperida dan BKD, pekan ketiga April bakal ada transfer pusat dapat terealisasi, sehingga ASN dapat menerima haknya," kata Ketua Indra Gunawan.

Koordinasi akan tetap dilakukan, sama sama berusaha bagaimana caranya persoalan ini segera teratasi dan berlalu.

Editor : Rinaldi
#jual perhiasan emas #Pegawai di siak belum digaji #kabupaten siak #belum dibayar #asn belum gajian #Gaji pns belum cair #nasib pegawai #Asn menjerit #Dilema asn belum gajian #Kisah pilu pns belum gajian #gaji asn