SIAK (RIAUPOS.CO) -- Harga gabah di Siak mulai menunjukkan penurunan. Berdasarkan pengamatan di lapangan, gabah kering panen (GKP) saat ini di harga Rp6.700 sampai dengan Rp6.800 per kilogram.
Demikian dikatakan Sumantri, salah seorang petani padi di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Disebutkannya, beberapa pekan lalu, gabah petani masih di harga Rp7.000 per kilogram. Bahkan sebulan yang lalu, harga gabah kering panen mencapai Rp7.300 sampai dengan 7.500 per kilogram. "Penurunan harga gabah ini diikuti dengan turunnya harga beras di tingkat konsumen," katanya.
Sementara Pimpinan Kantor Cabang Bulog Bengkalis membawahi, Bengkalis, Siak dan Meranti, Zairi Yuriadi mengatakan, saat ini harga beras premium di pasar sudah Rp14.500 per kilogram sampai dengan Rp15.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat melonjak tajam Rp17.000 per kilogram.
Penurunan harga beras ini tidak terlepas dari masifnya langkah intervensi yang dilakukan oleh Perum Bulog. Di Kabupaten Siak, Perum Bulog Kantor sejak Juli telah melakukan intervensi untuk penurunan harga beras di tingkat konsumen, melalui penyaluran beras bantuan pangan dan distribusi SPHP di seluruh titik dengan memaksimalkan semua saluran.
"Kami sudah menyalurkan bantuan pangan untuk 2 lokasi pada Juli lalu. Setiap pemerima bantuan pangan (PBP) menerima 20 kilogram beras," jelas Zairi, Sabtu (16/8/2025) petang.
Dan di Siak telah diserahkan kepada 14.822 PBP atau 296.440 kilogram beras. Tidak berhenti di situ, Perum Bulog secara masif melakukan penyaluran beras SPHP yang bertujuan untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan pasokan beras tetap aman di konsumen akhir, sehingga kepanikan masyarakat akibat harga beras yang terus melonjak dapat segera mereda. "Penurunan harga beras di pasar ini merupakan hasil dari upaya bersama dalam mengatasi masalah kelangkaan beras," ucap Zairi.
Bulog menyadari pentingnya keterjangkauan dan akses pangan murah dan mudah bagi masyarakat, terutama beras. "Dengan intervensi ini, Bulog bisa memastikan bahwa harga kembali terkendali dan pasokan beras untuk masyarakat tetap aman," jelas Zairi.
Penyaluran beras SPHP oleh Bulog dilakukan melalui tujuh saluran strategis yang tersebar di seluruh Indonesia, untuk menjangkau masyarakat di berbagai lapisan.
Bulog bekerja sama dengan pengecer di pasar rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kios pangan, outlet pangan binaan pemerintah daerah dan outlet BUMN, koperasi instansi pemerintah, Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog, swalayan dan toko modern serta melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Beras SPHP.
"Tidak hanya dengan Dinas DKP daerah, dalam Program Gerakan Pangan Murah (GPM) SPHP beras, Bulog bersinergi dengan TNI dan Polri dengan menjamin distribusi beras dengan harga terjangkau langsung ke masyarakat/ konsumen akhir," ungkap Zairi.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Bulog, diharapkan harga beras di tingkat konsumem terkendali dan petani mendapatkan harga yang wajar untuk produksi gabahnya. Pemerintah pun berharap agar ketahanan pangan di Indonesia dapat terjaga, dan harga-harga pangan tetap dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Editor : Rinaldi