Legislatif yang lahir dari rahim rakyat, dengan tangan terbuka menyambut mahasiswa Siak yang melakukan aksi pada Selasa (9/9) lalu di Gedung Panglima Ghimbam, Kantor DPRD Siak.
Sedikitnya 30 anggota dan dua pimpinan DPRD hadir dan menemui mahasiswa.
Kehadiran mahasiswa sudah dinanti pimpinan dan anggota DPRD Siak sejak pagi. Ada Wakil Ketua I H Syarif, Wakil Ketua II Laiskar Jaya, serta Marudut Pakpahan, Zulkifli, Sunarto, Delvi Suseno, Sabar Sinaga, Jon Faber Pangaribuan, Salman Alfarisi, Roganda Manalu, Jahan Ali, H Musar, Jondris Pakpahan, Retno Marsudi, Oloan Munthe.
Kemudian ada Asril, H Muslim, H Kusman Jaya, Dermanto Situmorang, Jakop Mulia Manurung, Umbarno, Paramananda Pakpahan, Budi Yuwono, Tengku Muhamad, Nia Sari Sihotang, Dona Sri Utami, Ternando Simangunsong, Ridho Rizqi, Haposan Sinaga.
Penyambutan pertama kali dilakukan di teras depan Gedung Paripurna Putri Kaca Mayang, lalu dilanjutkan di ruang pertemuan yang juga dijadikan ruang makan para tamu dan anggota DPRD Siak.
Pada momen itu, Marudut Pakpahan didapuk menjadi juru bicara. Dalam mendengarkan suara dan memberikan solusi aspirasi mahasiswa Siak yang menamakan diri Aliansia Siak Bersuara, dengan Koordinator Umum Rio Saputra, Koordinator Lapangan I Najmuddin H Majid dan Koordinator II Tanzih Bani.
Ada 13 tuntutan mahasiswa yang meminta dan mendesak, sebagian untuk kepentingan mahasiswa dan sebagian untuk kepentingan masyarakat.
13 tuntutan itu, satu persatu diurai dalam pertemuan itu, seperti yang disampaikan Tanzih Bani, mahasiswa meminta agar beasiswa termasuk beasiswa program keluarga harapan (PKH) dapat dibayarkan.
Hal itu seiring pembahasan asrama mahasiswa Siak yang berada di Jalan Tenggiri Sukajadi, Pekanbaru agar dapat segera diperbaiki, karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Dikatakan Tanzi Bani, sudah empat bulan beasiswa PKH belum dicairkan, dan hal ini tentu berdampak pada mahasiswa penerima. “Pak Dewan, Kami minta tolong bupati jangan terlalu banyak di Medsos,” kata Tanzi Bani.
Disebutkan Tanzi Bani, selain beasiswa kondisi asrama mahasiswa Siak, yang berada di Jalan Tenggiri Sukajadi, Pekanbaru agar dapat segera diperbaiki, karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
“Asrama itu tak hanya digunakan mahasiswa, terkadang kami menampung warga Siak yang keluarganya sedang menjalani perawatan, atau kemalaman dari luar kota,” sebut Tanzi Bani.
Dia juga merasa prihatin atas kondisi jalan menuju Rawang Air Putih, tepatnya di ujung Jalan Panglima Ghimbam, masuk dari depan Kantor DPRD ini, sekitar Sungai Betung, tolong diperhatikan, termasuk jembatannya.
“Di sinilah dan kepada anggota dewan kami mengadu, berbicara tanpa sekat,” ucap Tanzi Bani.
Serta revisi Perda Nomor 11 tahun 2001 tentang Tenaga Kerja Lokal. Hal ini penting untuk menampung anak Siak. Dan satu lagi konflik agraria, DPRD dan pemerintah hendaknya lebih pro terhadap masyarakat.
“Dalam hearing seperti ini, berilah solusi terhadap masyarakat yang terdampak. Yang salah katakan salah yang benar katakan benar jangan tebang pilih,” ucapnya.
Hal yang tak kalah pentingnya adalah mengenai CSR perusahaan, dan BUMD, agar lebih transparan pengelolaannya.
Menjawab tuntutan mahasiwa, Wakil Ketua I H Syarif, Wakil Ketua II Laiskar Jaya, dan Marudut, sebagai juru bicara mengatakan tuntutan adik-adik mahasiswa, akan dieksekusi sesuai tupoksi DPRD Siak.
Untuk Perda Nomor 11 tahun 2001 tentang Tenaga Kerja Lokal, disebutkan Marudut, akan dieksekusi untuk direvisi. Silakan masukan pasal-pasal mana yang mau revisi. Apakah tentang tenaga kerja lokal, dan perusahaan yang nakal, serta lainnya.
“Terima kasih sudah mengingatkan kami agar jangan tidur, agar kami terus bergerak mendengarkan, memprioritaskan kepentingan masyarat. Kami akan berubah, mengintrospeksi diri,” kata Marudut.
Terkait beasiswa, akan diprioritaskan untuk dilakukan pembayaran. Terima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa yang telah mengingatkan dan mengajak berdialog mendengarkan aspirasi adik-adik dan masyarakat.
Di tempat terpisah, terkait beasiswa PKH, dikatakan Kabag Kesra Aditya Smara, memang empat bulan belum dibayarkan. Terhitung Juni, Juli, Agustus dan September ini.
“Kami sedang upayakan segera dibayarkan, minimal 2 bulan dulu,” kata Aditya.
Usulan ke Badan Keuangan Daerah (BKD) sudah diakukan, tinggal menunggu eksekusi dari BKD.
Sementara Kepala BKD Raja Indor Parlindungan Siregar sudah menyiapkan pemberkasan, tinggal menunggu turunnya anggaran.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kami bayarkan, tapi tahap awal 2 bulan dulu. Kami mohon maaf atas keterlambatan ini, karena situasinya memang belum memungkinkan untuk dibayarkan sekaligus,” terang Kepala BKD Raja Indor.
Semoga semua dapat menepati janjinya terkait beasiswa, dan untuk tenaga kerja lokal, disebutkan Marudut, mudah-mudahan apa yang menjadi harapan adik-adik mahasiswa segera terealisasi.
Hal ini penting untuk membangun semangat generasi yang memerlukan pekerjaan, namun tidak mendapatkan peluang dan kesempatan. “Kita akan berjalan bersama merealisasikan ini,” kata Marudut.
Terkait perbaikan jalan rusak, transparansi CSR serta tuntutan lainnya akan dibawa ke dalam rapat dan DPRD akan mengambil langkah strategis untuk semua hal itu.
“Terima kasih atas kehadirannya, kami akan selalu membuka diri dan lebih transparan, karena kami ada di sini sebagai wakil rakyat,” ucap Marudut.
Anggota DPRD Siak menyambut kedatangan dan melepas kepulangan adik-adik mahasiswa dengan ucapan terima kasih.(adv)
Editor : Arif Oktafian