SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) - Kolaborasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Siak dengan Pemkab Siak dalam meningkatkan kapasitas khatib dan dai menjadi langkah strategis di tengah digitalisasi saat ini.
Ada 75 khatib dan dai Kecamatan Siak dan Mempura yang mendapatkan pembinaan dari MUI. Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat beserta Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI sengaja mendatangkan dua doktor sebagai pemateri, untuk mempertajam wawasan dan pemahaman tugas khatib dan dai.
Ketua MUI Kabupaten Siak KH Dr Ahmad Muhaimin MA, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi ulama dan pemerintah dalam menjaga kebaikan bangsa.
Penyelamatan terhadap anak bangsa mesti dilakukan sejak dini, dan di awali dari lingkungan masing masing. Peran khatib dan dai diharapkan mampu menjawab dan menjadi embun penyejuk bagi semuanya.
”Kami dari MUI, terus memantau dan memberikan kabar gembira dengan melahirkan khatib dan dai sebagai penyejuk dalam lingkungan masyarakat,” katanya, Selasa (30/9) siang.
Sementara Wabup Siak Syamsurizal yang sengaja hadir dengan penuh semangat sangat mengapresiasi langkah MUI. Kolaborasi ini, akan menjawab sejumlah persoalan di masyarakat.
”Mari sama-sama mengawal tumbuh kembang generasi muda dan membawa manfaat untuk masyarakat untuk semakin dekat pada agama,” ajak Wabup Syamsurizal.
Kemajuan zaman berdampak pada gaya hidup masyarakat, banyak positifnya, ada pula negatifnya. Semua mesti berperan mendukung langkah khatib dan dai, untuk masyarakat Siak yang religius dan damai.(mng)
Editor : Arif Oktafian