Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pameran Temporer di Museum Budaya dan Sejarah Siak Balairung Sri Perkenalkan Teknologi Zaman Dahulu

Monang Lubis • Selasa, 14 Oktober 2025 | 22:10 WIB
Guru pendamping bersama murid SD menyaksikan mesin tik dalam Pameran Teknologi Koleksi Museum Budaya dan Sejarah Siak Balairung Sri, Selasa (14/10/2025).
Guru pendamping bersama murid SD menyaksikan mesin tik dalam Pameran Teknologi Koleksi Museum Budaya dan Sejarah Siak Balairung Sri, Selasa (14/10/2025).

SIAK (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi membuka Pameran Temporer dengan tema "Ragam Teknologi Tradisional Koleksi Museum Balairung Sri" yang digelar di halaman Museum Budaya dan Sejarah Siak Balairung Sri, Selasa (14/10/2025) siang.

Kegiatan ini dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Siak, Fauzi Asni, mewakili Bupati Siak Afni Zulkifli.

Dikatakan Fauzi Asni, Pemerintah Kabupaten Siak, mengapresiasi kegiatan seperti ini. Pameran ini sangat penting untuk memberikan edukasi kepada anak-anak, bagaimana teknologi berkembang dari masa ke masa.

"Sebagai pendidik, harus menjembatani anak-anak supaya memahami asal-usul teknologi yang digunakan saat itu," kata Fauzi Asni.

Fauzi Asni menyebutkan, kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami nilai-nilai kearifan lokal dan sejarah teknologi yang pernah digunakan masyarakat terdahulu.

Pameran teknologi tradisional berlangsung mulai, Selasa (14/10) hingga Rabu (31/12), menampilkan beragam koleksi menarik, seperti setrika dari masa dahulu hingga sekarang, kamera kuno, mesin tik, telepon jadul, mesin jahit engkol, penampi, keranda madu, cawan getah, pistol, pisau getah, lampu strongkeng, hingga lampu pelita.

Fauzi Asni berharap kegiatan ini tidak hanya dikunjungi murid Sekolah Dasar (SD) dan pelajar SMP, tapi juga harus di kunjungi oleh siswa SMA, dan SMK.

"Kami berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa mengatur jadwal kunjungan dengan baik, agar tidak terlalu penuh," ucap Fauzi Asni.

Anak-anak juga bisa ikut mempromosikan kegiatan ini melalui media sosial, sehingga semakin banyak yang tertarik mengenal teknologi tradisional Siak.

Editor : Rinaldi
#teknologi zaman dulu #museum budaya #pemerintah kabupaten siak