SIAK (RIAUPOS.CO) -- Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah dimulai di Kabupaten Siak. Dari 109.317 murid dari Kelompok Belajar (KB) Satuan PAUD Sejenis (SPS), sampai TK, SD, SMP, dan SMA/SMK, sebagian sudah menikmatinya.
Kabupaten Siak memiliki kuota 52 dapur, dan 15 di antaranya sudah berjalan. Sebanyak 5 dapur berada di Tualang, 3 di Kandis, 1 di Mempura, 1 di Lubuk Dalam, 1 di Dayun, 2 di Siak, dan 2 di Sungai Apit.
Rata-rata satu dapur, disebutkan Kepala Bapperida Kabupaten Siak Budhi Yuwono, melayani 3.000 sampai 3.500 penerima manfaat. Dan untuk di Siak saat ini, 15 dapur SPPG sudah melayani 31 ribu penerima manfaat.
"Rata-rata belum penuh, karena masih baru. Satu dapur SPPG saat ini baru melayani 1.000 sampai 1.500 penerima manfaat," jelas Budhi Yuwono, Rabu (10/12/2025).
Data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Siak menunjukkan, Kelompok Bermain atau Satuan PAUD Sejenis (KB/SPS) 3.326 anak, TK 8.811 anak, SD sebanyak 53.302 murid, SMP 22.042 pelajar, dan SMA 21.836 siswa, sehingga totalnya 109.317.
Dikatakan Kadisdikbud Siak Fakhrurrozi, semua pelajar di Kabupaten Siak siap menerima makan bergizi gratis. "Penerima manfaat baru pelajar yang ada di Tualang, Kandis, Lubuk Dalam, Dayun, Mempura, Siak, dan Sungai Apit," jelas Fakhrurrozi yang akrab disapa Ozi.
Artinya, masih ada tujuh kecamatan lagi yang pelajarnya segera menerima manfaat MBG, seperti Minas, Sungai Mandau, Kerinci Kanan, Koto Gasib, Pusako, Bungaraya, dan Sabak Auh.
"Kami mendukung program pemerintah ini, dan pelajar bersemangat menyambut MBG di sekolah masing-masing," kata Ozi.
Anak-anak sangat tidak sabar menunggu MBG, karena sudah tahu menu apa yang akan dibagikan. Sementara pendistribusian belum merata, semua dalam proses dan bertahap.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) Korwil Siak Lisa Wahari SE mengatakan, menangani proses persiapan sampai distribusi, betul-betul dijaga dan diawasi keamanan pangannya. "Pengawasan dilakukan oleh Polres dan Kodim," kata Lisa.
Kabupaten Siak memiliki kuota 52 dapur SPPG, dan saat ini baru berjalan 15. Artinya masih ada 37 lagi yang mesti selesai sampai akhir tahun ini.
Pendistribusian dilakukan Senin sampai Sabtu ke sekolah-sekolah. Di samping itu, BGN juga memberikan makan gratis kepada ibu hamil, menyusui, dan balita. Di Siak program ini belum berjalan, baru berjalan di Tualang.
Untuk ibu hamil, menyusui, dan balita, pendistribusian pada Senin dan Kamis. Pendistribusian Senin terdiri dari satu makanan basah dan dua makanan kering, sedangkan Kamis sebaliknya, dua makanan basah dan satu makanan kering.
"Penghantaran dua kali sepekan di Posyandu, oleh kader Posyandu menyalurkan ke rumah-rumah, dan kader yang bertugas akan mendapatkan insentif," jelasnya.
Sekarang, menu yang aman dikonsumsi para pelajar adalah ayam, telur, ikan yang fresh dan sudah di-fillet, agar anak-anak tidak termakan duri. "Sementara untuk minuman, minuman yang dibatasi adalah susu fermentasi atau yogurt," ungkap Lisa.
Tantangan yang dihadapi saat ini adalah terkait memasak bahan baku karena memasak dengan jumlah yang besar. Waktu memasak kebanyakan dilakukan pada pukul 12.00 WIB.
Ternyata nasi yang diberikan bukan nasi hangat, sebaliknya nasi didinginkan. Karena menurut Liza, dilakukan proses pendinginan terhadap nasi agar tidak beruap. Jika beruap, nasi akan lebih mudah basi.
Editor : Rinaldi