Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dermaga Pelabuhan Buton Roboh, Satu Unit Mobil Tenggelam

Monang Lubis • Selasa, 6 Januari 2026 | 12:19 WIB

Satu unit mobil jatuh ke laut saat Dermaga Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak roboh, Senin (5/1/2026).
Satu unit mobil jatuh ke laut saat Dermaga Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak roboh, Senin (5/1/2026).


SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) - Dermaga Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak roboh, Senin (5/1) pada pukul 15.44 WIB. Nahas, satu unit mobil ikut jatuh bersama runtuhnya dermaga.

Pantauan di lapangan, pelabuhan itu berbentuk T. Yang patah di bagian ujung jika berjalan dari pangkal. Sementara bagian yang melintang terpisah. Pelabuhan yang patah sekitar 50 meter.

Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) selaku penanggungjawab pelabuhan KITB, Andi Putra mengatakan, dermaga memang sudah melengkung sejak Juni lalu, dan pihaknya sudah menyurati Kementerian Perhubungan.

‘’Survei setiap hari dilakukan, pengecekan perlu dibuktikan secara teknis, tidak cukup hanya dengan foto dan video. Kami minta pusat, timnya agar turun, tapi ternyata sudah keburu roboh,” katanya. ‘’Sejam setengah sebelumnya, atau pada pukul 13.30 WIB, baru selesai dilakukan pemeriksaan oleh Tim KSOP Sungai Pakning,’’ tambahnya.

Terkait patahnya trestel Pelabuhan Tanjung Buton dibenarkan oleh Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Tanjung Buton, Kapten Pujo Junianto. Disebutkannya, kejadian patahnya trestel pada pukul 15.44 WIB pada saat kegiatan pemeriksaan selesai sekitar pukul 14.35 WIB.

“Kejadianya secara tiba-tiba. Kami lega tidak ada korban jiwa ataupun muatan cangkang yang jatuh ke laut,” ucapnya. ‘’Sebenarnya kondisi kerusakan atau kemiringan trestel pelabuhan sudah terjadi sejak lama.Saat saya menjabat sebagai kepala KSOP Mei 2025 lalu, saya langsung melaporkan kondisi tersebut ke Dirjen Hubla untuk minta arahan dan petunjuk lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara menunggu evaluasi dari kantor pusat, KSOP Tanjung Buton melakukan mitigasi terhadap kegiatan yang berlangsung di pelabuhan dengan mengurangi 50 persen volume muatan truk yang melintas di trestel. Jalan dibuat one way dengan titik berat di sebelah kanan dan melakukan koordinasi dengan semua pelaku usaha untuk beralih menggunakan konveyor atau pindah ke pelabuhan lain.

“Dengan demikian kelancaran kegiatan logistik di pelabuhan bisa terus berjalan,” jelasnya. Dan KSOP juga telah mengeluarkan pengumuman kepada semua unsur pelabuhan terhadap mitigasi tersebut.

Berdasarkan rapat terakhir dengan kantor pusat di akhir November 2025, info dari kantor pusat akan dilaksanakan DED pelabuhan pada 2026, sebelum dilakukan perbaikan. ‘’Melihat kondisi sekarang ini, untuk sementara kegiatan di Pelabuhan Tanjung Buton dihentikan sambil menunggu investigasi dari kantor pusat,” katanya.

Dan bagi pelaku usaha yang sudah terjadwal kapalnya masuk di Tanjung Buton, dengan kondisi forcemajor seperti ini agar mengalihkan kegiatannya di pelabuhan terdekat. Ditambahkan Andi Putra, asosiasi pengusaha cangkang akan memikirkan solusi agar mereka tetap bisa memuat cangkang karena semua sudah terjadwal. Mereka akan bersurat ke Kementerian Perhubungan perihal ini, sebab jika tidak gerak cepat dampak yang ditimbulkan luar biasa.

Kemarin, Bupati Siak Afni yang turun bersama Ketua DPRD Indra Gunawan, Wabup Syamsurizal, Kadishub Junaidi, anggota DPRD Sujarwo, dan Alfitra, Camat Tengku Mukhtasar, Kapolsek, dan Ketua DPC LLMB Sungai Apit Panglima Muda Yanto, sekitar pukul 20.00 WIB.

Pelabuhan gelap, hanya ada beberapa lampu. Bupati Afni sempat mempertanyakan apakah pernah dilakukan perawatan dari sejak dibangun pada 2013 sampai 2016. Bupati Afni pun berencana akan ke Kementerian Perhubungan karena bersamaan ada keperluan lainnya ke Jakarta.

‘’Semoga segera ada solusi cepat. Sebab dampaknya akan sangat luas, tidak hanya bagi pengusaha tapi juga bagi tenaga kerja lokal yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas pelabuhan,’’ ujarnya.

Ketua DPRD Indra Guna­wan mengatakan akan mengawal dan mengawasi perihal dampak robohnya pelabuhan bagi tenaga kerja yang kebanyakan warga tempatan.(mng)

Editor : Arif Oktafian
#dermaga #roboh #siak #pelabuhan buton