SIAK (RIAUPOS.CO)- Sejak memangsa dua ekor kambing milik Masruri, pada Jumat (23/1/2026), warga Dusun Mekar Jaya, Jalan Caltex RT 14 RW 04, Desa/Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, hingga Selasa (9/2) harimau masih berkeliaran. Menurut Ruri, kemunculan harimau di sekitar rumahnya, karena mengintai kambing-kambingnya.
Hal ini tentu saja membuat dia dan keluarganya tidak nyaman, merasa diintai oleh hewan buas itu. Bahkan akhir pekan lalu, sekitar pukul 20.00 WIB, terlihat harimau di kandang kambingnya. Tapi karena dia dan keluarganya sudah teriak lebih dulu, harimau kabur menuju Jalan Pipa.
Selanjutnya sekitar pukul 21.30 WIB, harimau terpantau CCTV yang dipasang tetangga Ruri bernama Dwi. Harimau berada di sekitar rumah Dwi. Tentu saja hal itu membuat resah Ruri serta warga sekitar.
Baca Juga: 23 April, JCH Riau Mulai Bertolak ke Batam
“Sejak harimau terekam CCTV, Kami sudah nggak berani lagi keluar rumah di malam hari,” kata Ruri.
Ruri merasa diteror harimau, dan menurutnya jumlah harimau tidak satu, sebab beda ukuran harimau yang menyatroni kambingnya dengan harimau yang terpantau CCTV rumah tetangganya.
Di sisi lain, masih di sekitar Benteng Hulu, sejak harimau terlihat di kebun warga. Jejak harimau tak hanya di kebun sawit, tapi juga ada di kebun karet warga.
Iwan misalnya. Dia menceritakan di kebunnya jejak harimau cukup banyak. Sepertinya harimau memang bekeliaran di kebun. Hal ini tentu saja membuat waswas saat berada di kebun. Iwan sudah tidak berani lagi pergi ke kebun sendirian.
Baca Juga: Promo Awal Ramadan Ayola First Point Hotel, Berbuka hanya Rp135 Ribu
“Kami merasa diteror jika situasinya seperti ini. Bahkan sebagian warga sudah nggak berani pergi ke kebun,” ucap Iwan.
Atas laporan masyarakat, Camat Mempura Harland Winanda Mulya SSTP MSi mengeluarkan surat edaran bernomor:300/Kc.MPR/Trantib/54, tentang Kewaspadaan terhadap hewan buas pada Senin (9/2/2026) siang.
Disebutkan dalam surat edaran itu, harimau sering muncul dan berkeliaran di lingkungan permukiman ditandai dengan temuan jejak tapak kaki, melakui saksi, dan video, bahkan sudah memakan hewan ternak.
“Saya mengimbau kepada masyarakat yang berada di kawasan yang sering dilintasi harimau untuk waspada, dan tidak beraktivitas di malam hari di kawasan yang berpotensi munculnya hewan buas itu,” katanya.
Tidak pergi ke hutan atau ke kebun sendirian. Sebaiknya bersama orang lain, atau lebih dari satu orang.
“Tidak melakukan tindakan yang dapat mengancam keberadaan hewan buas yang berkeliaran dengan melakukan penembakan atau menjerat,” tegasnya.
Memberikan informasi yang akurat terkait keberadaan hewan tersebut kepada aparatur kampung, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan BPBD.
“Lurah dan penghulu kami minta mensosialisasikan imbauan ini melalui media sosial, pertemuan maupun kegiatan di wilayah masing masing,” ajak Camat Harland.
Camat Harland mengeluarkan surat edaran yang berisi imbauan ini agar konflik manusia dengan hewan buas dilindungi itu tidak melebar, dan tidak ada korban.(mng)
Editor : Edwar Yaman