SIAK (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Siak telah berkoordinasi dengan BBKSDA dan Polres, terkait munculnya gajah dan mengganggu aktivitas warga dengan cara merusak bangunan mess sekuriti dan memijak sepeda motor.
Konflik manusia dan hewan dilindungi seperti gajah ini, pada Ahad (22/2/2026), dini hari sampai pagi, memang benar benar berdampak pada ketakutan bagi karyawan perusahaan, karena berbatasan dengan habitatnya.
Bupati Afni Z mengajak untuk pemangku kepentingan segera melakukan mitigasi, sehingga konflik tidak berlanjut.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian di Desa/Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, tapi gerak cepat dalam melakukan mitigasi, sehingga hal yang sama tidak terulang, perlu dilakukan,” tegas Bupati Afni.
Dampak keluarnya kawanan gajah bagi masyarakat sangat luar biasa, jika karyawan perusahaan aktivitas akan terganggu, masyarakat sekitar juga perlu dilindungi juga keamanannya dalam mencari nafkah, terutama yang memiliki kebun.
Di tengah Ramadan ini, Bupati Afni mengimbau semua dapat menahan diri. Pihaknya bersama lintas sektoral akan bekerja maksimal dalam mencegah berlanjutnya konflik manusia dengan gajah ini.
Bupati Afni mengakui sudah mendapatkan keluhan dari masyarakat atas kekhawatiran yang dialami sejak beberapa waktu belakangan, karena kawanan gajah memang sudah sering terlihat.
Biasanya hanya melintas, dan memakan makanan yang ada, seperti batang pisang dan lainnya, tapi ini, sudah berhari hari selalu menampakkan diri, dan itu membuat resah.
Menanggapi itu, langkah strategis memang mesti dilakukan, selain memastikan pakannya, juga dapat dikembalikan ke habitatnya, sehingga tidak bereaksi lagi.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H, turun langsung ke kawasan perumahan karyawan PT Arara Abadi Distrik Tapung, Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.
Kapolres Sepuh menyaksikan sendiri bangunan pos sekuriti yang dirusak kawanan gajah, berikut tiga unit sepeda motor yang diinjak.
“Meski tidak ada korban jiwa, kami mengutamakan langkah pencegahan dan keselamatan masyarakat, sekaligus meminimalisir konflik manusia dengan gajah,” katanya.
Jangan melakukan tindakan yang dapat memicu kepanikan atau membahayakan satwa.
Kapolres Sepuh mengingatkan kepada para karyawan, jika kembali terjadi pergerakan gajah, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secara terukur.(mng)
Editor : M. Erizal