Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Polda Riau Gerak Cepat Usut Dugaan Korban Scam Kamboja asal Siak

Afiat Ananda • Rabu, 4 Maret 2026 | 23:05 WIB

Penyidik dari Ditreskrimum Polda Riau saat mendatangi keluarga diduga korban scam Kamboja, di Siak, baru-baru ini.
Penyidik dari Ditreskrimum Polda Riau saat mendatangi keluarga diduga korban scam Kamboja, di Siak, baru-baru ini.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Polda Riau bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap seorang perempuan asal Kabupaten Siak yang diduga menjadi korban di Phnom Penh, Kamboja.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan awal berdasarkan informasi dari keluarga korban yang berdomisili di Desa Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak.

“Begitu menerima informasi, kami langsung menurunkan jajaran untuk melakukan penyelidikan. Kasus ini terkait dugaan TPPO terhadap seorang perempuan berinisial SS (22), yang sebelumnya berpamitan bekerja sebagai TKW di Malaysia,” ujar Hasyim, Rabu (4/3/2026).

Dari hasil penyelidikan sementara, korban diketahui berangkat ke Malaysia pada 12 Desember 2025. Korban mengaku memiliki teman kerja bernama Bram Silitonga di negara tujuan tersebut.

Namun, pada Januari 2026, korban menghubungi keluarganya dan mengabarkan sedang sakit. Dalam komunikasi itu, korban menyebut dirinya tidak lagi berada di Malaysia, melainkan sudah berada di Phnom Penh, Kamboja.

“Keluarga mendapatkan informasi bahwa kondisi korban semakin menurun hingga tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Selanjutnya, korban disebut dibawa ke salah satu rumah sakit di Phnom Penh untuk mendapatkan perawatan,” jelas Hasyim.

Selama proses perawatan, pria yang disebut sebagai teman korban diduga terus meminta uang kepada keluarga untuk biaya pengobatan. Bahkan, keluarga mengaku mendapat ancaman bahwa korban akan disuntik mati apabila permintaan uang tidak dipenuhi.

“Atas informasi tersebut, kami mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana perdagangan orang maupun penipuan atau scam yang kerap terjadi dengan modus penempatan kerja di luar negeri,” tegasnya.

Saat ini, Polda Riau berkoordinasi dengan instansi terkait dan pihak berwenang guna menelusuri keberadaan korban serta memastikan keselamatannya. Polisi juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat. Fokus kami adalah memastikan keselamatan korban dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat apabila terbukti melakukan tindak pidana,” tutup Hasyim.

Editor : M. Erizal
#korban scam #Warga siak kerja di kamboja #warga siak #penipuan pekerjaan #Kerja di kamboja #kamboja #polda riau