SIAK (RIAUPOS.CO) - Sepanjang 2026 ini, lebih 30 hektare lahan di Kabupaten Siak terbakar. Tentu saja hal ini sangat berdampak pada lingkungan, terutama pada satwa yang ada di dalamnya. Dijelaskan Kalaksa BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara, El Nino super ini, merupakan kemarau panjang dan diprediksi akan sampai Oktober, dan puncaknya pada Juni dan Juli mendatang.
Sebagai langkah pencegahan terjadinya karhutla, semua pihak diharapkan dapat saling menjaga dan saling mengingatkan untuk tidak membakar saat membersihkan kebun.
“Hindari membuang puntung rokok sembarangan saat memancing, serta pastikan tidak ada api bagi mereka pencari madu di hutan,” ucap Kalaksa Novendra, Senin (13/4/2026) malam.
Kalaksa Novendra juga mengingatkan perusahaan, terutama perkebunan agar mengaktifkan kembali patroli di wilayahnya, untuk memastikan wilayahnya terbebas dari kebakaran lahan.
“Peduli dengan wilayah sekitar perusahaan, dengan membantu melakukan pemadaman jika terjadi karhutla,” ucap Kalaksa Novendra.
Pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam melakukan pencegahan karhutla.
Hal yang sama dilakukan Polres Siak. Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar SH SIK MH, dengan menurunkan personelnya mengingatkan masyarakat, terutama pemilik kebun untuk tidak membakar.
Bahkan Bhabibkamtibmas semakin erat hubungannya dengan perangkat desa dan masyarakat, karena sama sama patroli dalam mencegah terjadinya karhutla.
“Kami lebih memprioritaskan pencegahan, sebab mengatasi karhutla dampaknya luar biasa, tidak hanya pada lingkungan, tapi juga besarnya biaya, waktu dan tenaga yang dikeluarkan,” ucapnya.
Kapolres Sepuh mengajak semua pihak untuk berkolaborasi melakukan pencegahan karhutla, dalam menjaga lingkungan tetap lestari.(mng)
Editor : Edwar Yaman