SIAK (RIAUPOS.CO) - Sebentar lagi PT Bumi Siak Pusako (BSP) akan memiliki direktur baru. Dari 10 nama yang lolos seleksi, dua nama meraih skor tertinggi.
Dijelaskan Ketua Pansel H Heriyanto SH, PPM Manajemen selaku lembaga independen yang ditunjuk telah merilis hasil asesmen terhadap 10 kandidat calon Direktur.
Dalam Laporan hasil uji kompetensi yang diserahkan kepada Panitia Seleksi (Pansel), terdapat pemetaan ketat yang membagi para kandidat dalam tiga kategori, yakni kategori disarankan, kategori disarankan dengan pengembangan dan tidak disarankan.
Baca Juga: Pengukuhan Juara Laliga
Hasil ini didasarkan pada skor kompetensi, integritas dan manajerial. Seluruh proses dilakukan secara terbuka dan profesional.
Dari 10 peserta yang melamar dan mengikuti rangkain Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), hanya dua orang yang dianggap benar-benar siap secara kualifikasi dengan status direkomendasikan disarankan.
Dua nama yang menuju babak akhir tersebut adalah Robi Junipa, ST dan Muttaqin,ST. Robi Junipa yang memiliki baground pendidikan teknik geofisika mencatatkan skor 7,72, sedangkan Muttaqin yang berlatar belakang pendidikan teknik elektro menyusul di bawahnya dengan skor 7,64.
Baca Juga: Kimi Antonelli Masuk Jajaran Elite F1 Tiga Kali Beruntun Raih Pole Position
“Kami telah menerima hasil penilaian kompentensi yang dilakukan oleh PPM Manajemen. Hasilnya hanya dua nama yang dinyatakan direkomendasikan, Robi Junipa dan Muttaqin. Tapi ini belum selesai ya, karena dua orang ini masih akan mengikuti tes kesehatan dan wawancara bersama Bupati Siak, selaku pemilik saham mayoritas BSP untuk mendalami visi dan misi mereka ,” terang Heriyanto.
Dijelaskan Heriyanto, hasil penilaian ini didasarkan pada akumulasi nilai dari berbagai aspek kompetensi yang diujikan.
Skor yang diraih keduanya menempatkan mereka pada kategori direkomendasikan disarankan dan dinilai layak secara kualifikasi untuk memimpin perusahaan energi daerah tersebut.
Baca Juga: Label Halal Jadi Strategi Dongkrak Nilai Jual Industri
“Dalam hasil analisa tim PPM Manajemen hanya mereka berdua ini yang direkomendasikan disarankan tanpa catatan. Semua proses dilakukan oleh tim ahli profesional yang dapat dipertanggungjawabkan,” urainya, Senin (4/5/2026) siang.
Selanjutnya dua nama ini dijadwalkan Medical Check Up (MCU) pada Rabu depan. Prosesnya akan dilaksanakan di Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru.
Sementara untuk proses wawancara dijadwalkan akan dilaksanakan didua tempat. Wawancara Bupati didampingi kepala BPKP dijadwalkan pada Selasa, 12 Mei 2026 di Pekanbaru. Kemudian untuk wawancara didampingi Kepala SKK Migas akan dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026.
Baca Juga: Wajib Menang Besar Kejar Selisih Gol Arsenal
“MCU dalam pekan ini, kemungkinan Rabu depan di Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru. Kalau wawancara kemungkinan besar akan dilaksanakan di Jakarta dan Pekanbaru.
Kenapa di dua tempat karena beda tema, kalau dengan SKK ini mendalami visi-misi terkait migas, sementara dengan kepala BPKP Bupati akan mendalami soal visi-misi GCG.
Proses Seleksi di PPM dilaksanakan Secara Ketat, Obejektif dan Berbasis Kompetensi.
Baca Juga: Rencana Potongan Aplikator Ojol 8 Persen Perlu Kajian
Terpisah Direktur PPM Manajemen Jakarta Aditayani Indra Kukila, M.psi menegaskan bahwa UKK dirancang tidak hanya sebagai tahapan seleksi administratif, melainkan sebagai proses evaluasai menyeluruh terhadap kualitas kepemimpinan kandidat.
“UKK ini bukan sekedar formalitas. Kami merancang proses ini secara komprehensif untuk menguji kemampuan strategis, kedalaman analisa, serta integritas para kandidat dalam menghadapi dinamika dan tantangan bisnis yang semakian kompleks,” ujarnya.
Dijelaskan Aditayani seluruh tahapan UKK dilaksanakan melalui metodologi yang terstruktur dan berbasis kompetensi. Meliputi pemaparan visi dan misi, penyelesaian studi kasus, wawancara mendalam serta rekam jejak profesional. Setiap tahapan dilakukan oleh tim asesor independen yang memiliki pengalaman dan kredibilitas tinggi di bidangnya.
Baca Juga: Kasus Pelecehan Seksual Balita di Rohil, Kakek Korban Diamankan Polisi
Selama proses asesmen dilaksanakan tidak ada celah intervensi oleh pihak manapun. Semua proses tercatat dan terekam.
“Kami memiliki dokumentasinya lengkap. Kami pastikan setiap peserta mendapatkan perlakuan yang setara.Penilaian dilakukan secara objektif dan berbasis indikator yang terukur, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara profesional,” tegasnya.(mng/rls)
Editor : M. Erizal