SIAK (RIAUPOS.CO) - Memasuki hari ketujuh terbakarnya lahan perusahaan yang kini dikelola PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), 22 hektare tahap pendinginan.
Di sisi lain, disebutkan Kalaksa BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara yang akrab disapa Pepen, lahan kosong semak belukar terbakar di RT 3 RW 1 Kelurahan Kandis Kota, koordinat : 0.966319 / 101.241631.
Kebakaran lahan terjadi, Senin (1/6/2026), sekitar pukul 15.30 WIB, pemadaman dilakukan pukul 17.00 WIB, sampai malam dan api berhasil dipadamkan, dan dilakukan pendinginan.
Baca Juga: Ancam Pengemudi Ojol, Jukir Diberhentikan
“Pemilik lahan Hendrik, penyebab kebakaran lahan dalam penyelidikan,” jelas Kalaksa Novendra, Selasa (2/6/2026) siang.
Atas hal ini, Kalaksa Novendra mengingatkan warga, terutama pemilik lahan untuk menjaga dan selalu mengecek lahannya di tengah cuaca ekstrem seperti ini.
“Mari sama-sama mencegah terjadinya kebakaran lahan,” ajak Kalaksa Novendra.
Baca Juga: Kemendag: Harga Emas Turun Seiring Pergeseran Minat Investor
Lebih jauh dikatakan Kalaksa Novendra, pihaknya terus memantau, berkoordinasi dengan camat, penghulu dan MPA, di kawasan rawan karhutla.
Sejumlah kecamatan menjadi daerah rawan karhutla, selain Kandis, ada Sungai Apit, dan Sungai Mandau, meski seluruhnya berpotensi terjadi karhutla karena Elnino.
Sementara untuk kebakaran yang terjadi di Kampung Pencing Bekulo, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak ini, dengan luas 22 Ha, masih terus dilakukan upaya pendinginan, sekaligus melokalisir kawasan yang terbakar dengan sekat bakar.
Baca Juga: DPRD Riau Sebut PTPN IV Regional III Lampaui Kewajiban 20 Persen
“Sedikitnya air, membuat tim yang bekerja melakukan pemadaman kesulitan,” jelas Kalaksa Pepen.
Pemadaman dilakukan Manggala Agni Daops Pekanbaru, TNI, Polri, RPK Agrinas, MPA Pencing Bekulo, RPK PT Ivomas. Disebutkan Kalaksa Novendra, pihaknya merasa lega, api berhasil dipadamkan. (mng)
Editor : M. Erizal