SIAK (RIAUPOS.CO) - Fenomena Super El Nino meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu mendorong Pemerintah Kabupaten Siak bersama Gorkopimda, memperkuat langkah pencegahan melalui patroli terpadu, deteksi dini titik panas (hotspot), serta peningkatan kesiapsiagaan di 11 kecamatan rawan.
Wakil Bupati Syamsurizal menegaskan, bahwa penanganan karhutla memerlukan kerja sama lintas sektor karena potensi kebakaran dapat terjadi di berbagai kawasan, mulai dari hutan, perkebunan, hingga lahan masyarakat.
Baca Juga: Rumah Singgah Sementara di Depan RSUD Tengku Rafian
Wabup Syamsurizal menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang solid semua pihak agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan lebih efektif dan maksimal di lapangan.
“Karhutla tidak mengenal batasan, dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Yang diperlukan kerja sama, koordinasi, dan komunikasi yang baik,” ujarnya saat Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla di Halaman Kantor Bupati Siak, Kompleks Perkantoran Tanjung Agung, Selasa (30/6) siang.
Baca Juga: Ketua KONI Siak Apresiasi Dua Atlet Tenis Junior Bawa Pulang Enam Medali Emas
Wabup Syamsurizal juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara di bakar, terutama di tengah meningkatnya suhu panas akibat musim kemarau atau Super El Nino.
“Kami minta masyarakat musim kering seperti ini, tidak membersihkan lahan dengan cara di bakar. Kewaspadaan bersama sangat penting agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini dan tidak meluas. Untuk petugas Karhutla pastikan alat dan personel standbye bila terjadi kebakaran,” tegasnya.
Baca Juga: BRI BO Perawang dan PT KTU Perkuat Sinergi Melalui Olahraga Bersama
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara mengatakan, fokus utama saat ini adalah penguatan pencegahan melalui patroli di wilayah rawan Karhutla serta optimalisasi sistem deteksi dini berbasis pemantauan titik panas, disertai kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana di lapangan.
Ia menegaskan, BPBD juga memperkuat patroli bersama perusahaan dan stakeholder serta melakukan verifikasi langsung ke lapangan sebagai langkah pencegahan agar kebakaran tidak meluas.(ifr)
Editor : Arif Oktafian