Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pekerja Bangunan di Kandis Habisi Anak Perempuan Majikan dengan Cara Mencekik, Ini Kronologinya

Monang Lubis • Kamis, 2 Juli 2026 | 12:34 WIB

Ilustrasi: Pembunuhan. (Fok Riaupos.co)

Ilustrasi: Pembunuhan. (Fok Riaupos.co)

 

SIAK (RIAUPOS.CO) – Perempuan 19 tahun di Kandis (Siak) bernama Serrel Sisri Wati yanh diduga dicekik hingga tewas di dalam kamar dengan celana melorot oleh A alias Ijal (54). Penganiayaan yang menewaskan korban itu dilakukan A pada Rabu (1/7/2026) siang. 

A bebas keluar masuk di rumah itu, karena sejak empat bulan terakhir, Ijal tinggal di rumah tersebut. Demikian dijelaskan Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar SH SIK MH, melalui Kapolsek Kandis Kompol Herman Pelani SH MH.

Diterangkannya, ayah korban mempercayakan A membangun dapur rumah di mana korban tewas dengan bekas luka cekikan, dan lebam di tangan serta punggung, kening luka, demikian juga bagian kepala sebelah kanan ada bercak darah.

 Baca Juga: Wayne Rooney Puji Pahlawan Inggris Harry Kane yang Cetak Dua Gol ke Gawang Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026

Awal terungkap pembunuhan yang dilakukan A ini, saat abang korban bernama Robert pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, pulang ke rumah untuk istirahat dan makan siang. Dilihatnya dua keponakannya menangis sambil menunjuk ke arah ruang tamu. Merasa penasaran, Robert bergegas ke kamar.

Robert mendapati adiknya dalam posisi telungkup di atas tempat tidur, dengan celana terbuka, kening luka, dan tak sadarkan diri. Sementara kondisi kamar berantakan. Robert bertanya kepada keponakannya, siapa yang datang, keponakannya menyebut nama pelaku.

Robert menghubungi keluarganya yang ada di sekitar rumah, sekaligus menghadirkan bidan untuk melakukan pertolongan, namun dinyatakan sudah meninggal dunia.

“Sekitar pukul 13.30 WIB, pelaku dibekuk warga di Km 83, Kampung Kandis. Di dalam tasnya ditemukan warga lima unit ponsel, salah satunya ponsel korban,” terangnya.

Baca Juga: OJK Riau Cetak Duta Literasi Keuangan

Selanjutnya pelaku dibawa ke rumah korban, di sana warga yang marah sempat lepas kendali terhadap pelaku, sehingga menyebabkan pelaku harus dibawa ke puskesmas, lalu dirujuk ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk menjalani perawatan intensif.

“Saat ini pelaku menjalani perawatan dan dilakukan pengamanan, berkoordinasi dengan dokter untuk bisa dimintai keterangan,” sebutnya.

Saat ini proses penyidikan masih terus berlangsung untuk melengkapi seluruh alat bukti sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kapolsek Herman Pelani menegaskan bahwa seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian guna memastikan setiap tahapan penyidikan berjalan sesuai aturan hukum.

Baca Juga: Sekda Mahadar: Polri untuk Masyarakat dan Semakin Presisi 

Herman Pelani mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, karena penyidik masih terus mendalami motif serta seluruh rangkaian peristiwa.

"Kami berkomitmen mengusut tuntas perkara ini secara transparan, profesional, dan akuntabel. Kami meminta masyarakat tetap tenang serta memberikan kepercayaan kepada penyidik untuk menuntaskan proses hukum hingga tuntas," tegasnya.

Hingga saat ini, penyidik masih melaksanakan pemeriksaan lanjutan terhadap para saksi, melengkapi administrasi penyidikan, serta berkoordinasi dengan pihak kejaksaan sebagai bagian dari proses penegakan hukum. Polres Siak memastikan setiap perkembangan penyidikan akan disampaikan kepada publik secara proporsional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(mng)

Editor : Edwar Yaman
#penganiayaan #pekerja bangunan #kandis #polsek kandis