Kenalkan Koleksi Pribadi Sultan Syarif Kasim Dalam Pameran Temporer Museum Balairung Sri

Monang Lubis • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:29 WIB
Bupati Afni, Kadisbudparpora Syafrizal, Kadisdik Romy Lesmana Dermawan, Ketua Komisi II DPRD Siak Sujarwo foto bersama pelajar di depan gedung Museum Balairung Sri yang juga bernama Balai Kerapatan Tinggi, Senin (10/8/2026). (Istimewa)
Bupati Afni, Kadisbudparpora Syafrizal, Kadisdik Romy Lesmana Dermawan, Ketua Komisi II DPRD Siak Sujarwo foto bersama pelajar di depan gedung Museum Balairung Sri yang juga bernama Balai Kerapatan Tinggi, Senin (10/8/2026). (Istimewa)

 

SIAK (RIAUPOS.CO) - Semangat Bupati Siak Afni Z dalam mengenalkan sejarah Kesultanan Siak melalui koleksi pribadi Sultan Syarif Kasim di Museum Budaya dan Sejarah Siak Balairung Sri, dimulai dengan menghadirkan 700 pelajar dan guru dari tujuh kecamatan. 

Salah satu agenda utama kegiatan tersebut adalah Pameran Temporer yang mengangkat tema koleksi pribadi Sultan Syarif Kasim. 700 pelajar dan guru ini, dihadirkan untuk mengenal peninggalan sejarah yang selama ini tersimpan di museum. 

Berbagai benda bersejarah milik Sultan ditampilkan untuk memberikan gambaran lebih dekat mengenai perjalanan dan kejayaan Kesultanan Siak.

Baca Juga: Kolaborasi Keamanan Diharap Terus Terjalin HUT Pertama Kodam XIX

Dikatakan Bupati Afni, museum tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda-benda bersejarah, harus menjadi ruang belajar yang mampu mendekatkan generasi muda dengan sejarah dan budaya daerah.

“Saya berharap, kegiatan di museum tidak berhenti pada pengenalan koleksi, tetapi juga menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah serta kesadaran untuk merawat kebudayaan daerah,” kata Bupati Afni, Selasa (11/8/2026).

Bupati Afni mengajak para pelajar dan guru serta masyarakat umum memanfaatkan fasilitas yang tersedia untuk mengenali perjalanan sejarah Siak sekaligus menjaga warisan Kesultanan Siak. 

Baca Juga: Berkat Layanan Kepolisian 110, Polisi Bongkar Sabu 51,68 Gram. Pelaku Mengaku Pekerja PETI

“Jadi, semangatlah belajar sejarah, dan lestarikan kebudayaan dan warisan Kesultanan Siak,” kata Bupati Afni.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Siak Syafrizal mengatakan peserta tidak hanya diajak melihat koleksi museum, tetapi juga mendapatkan materi mengenai tanjak Siak, termasuk teknik pembuatannya. Kegiatan ini berlangsung 10–13 Agustus 2026.

“Belajar Bersama di Museum menjadi salah satu rangkaian utama yang diikuti 700 peserta dari tujuh kecamatan, terdiri atas guru dan peserta didik jenjang SMP. Peserta mendapatkan materi tentang tanjak Siak dan teknik pembuatannya dengan narasumber dari Dekranasda Kabupaten Siak,” kata Syafrizal.

Baca Juga: Berkas Lengkap, Eks Ajudan Wahid Segera Disidang

Menurut dia, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah ajang promosi sekaligus  memperluas akses masyarakat terhadap museum sekaligus menjadikan museum sebagai ruang publik yang edukatif.

Tidak berhenti pada kegiatan belajar dan pameran, rangkaian acara juga diisi Lomba Pembuatan Video Promosi Museum. Lomba tersebut terbuka bagi masyarakat umum serta pelajar SMA, MA, dan SMK.

Melalui lomba itu, peserta diberi ruang untuk mengemas museum dalam bentuk karya audiovisual yang lebih dekat dengan generasi muda. (mng)

Editor : M. Erizal
sultan syarif kasim Bupati siak afni museum budaya dan sejarah siak