PADANG (RIAUPOS.CO) - Berdasarkan data terbaru Hutama Karya hingga Februari 2024, progres pembangunan Seksi I Padang-Sicincin sepanjang 37 km telah mencapai 51,93 persen.
Hutama Karya (Persero) terus memacu pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Padang-Sicincin. Ruas ini bagian dari Tol Sirip Pekanbaru-Padang yang ditargetkan rampung tahun 2024.
Pekerjaan sejumlah struktur telah rampung, termasuk jembatan underpass, jembatan sungai/irigasi, perlintasan box traffic, dan perlintasan box pedestrian.
Hutama Karya menerapkan berbagai strategi untuk mempercepat pembangunan, seperti metode kerja yang efektif dan efisien serta penggunaan digitalisasi konstruksi.
Digitalisasi ini meliputi desain dengan Building Information Modelling (BIM) dan Light Detection and Ranging (LIDAR), serta penggunaan teknologi Kolom Grout Modular (KGM) untuk perbaikan tanah.
Jalan tol ini akan dilengkapi 14 underpass dan 4 underpass di perlintasan kereta api jalur Bandara Internasional Minangkabau-Kayu Tanam. Underpass ini dibangun dengan metode khusus seperti struktur kaki seribu atau pile slab pada bagian jalan pendekat jembatan.
Underpass ini memiliki panjang rata-rata 96,3 meter, ketinggian 6,8 meter, dan mampu menahan beban maksimal 50 ton. Underpass di STA 6+200 telah rampung dan menghadirkan pemandangan indah hamparan sawah bagi pengguna jalan tol.
“Underpass di STA 6+200 telah rampung dan pengguna jalan tol akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan sawah yang indah,” ujar Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo beberapa waktu lalu.
Selain memperkuat konektivitas, jalan tol Padang–Sicincin diharapkan menjadi katalisator percepatan ekonomi setempat, khususnya di bidang pertanian, pariwisata, dan industri.
Dalam pembangunanya, Hutama Karya mengusung konsep konstruksi berwawasan lingkungan salah satunya pengaplikasian greenery plan atau penghijauan di sisi kiri dan kanan jalan tol dalam Right of Way (RoW).
Saat meninjau pada Januari lalu, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian menerangkan, saat ini progress pembebasan lahan Jalan Tol Pekanbaru-Padang Seksi 1 Padang-Sicincin hampir rampung atau telah mencapai 92,6%. Sementara progress konstruksinya saat itu 47,22%.
“Ditargetkan, Jalan Tol Pekanbaru-Padang, Seksi 1 Padang-Sicincin dapat selesai dan fungsional pada Juli 2024 sehingga dapat mendukung jalur logistik dan jalur pariwisata yang berdampak pada peningkatan perekonomian di provinsi Sumatera Barat dan Riau,” kata Dirjen Hedy.
Jalan Tol Pekanbaru-Padang, Seksi 1 Padang – Sicincin akan terbagi menjadi 2x2 lajur pada tahap awal. Seksi ini akan memiliki 3 gerbang tol yang berada pada STA 1+800, STA 19+000 dan STA 35+800. Seksi ini juga akan memiliki 1 pasang Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP/ Rest Area) Tipe A yang berada di STA 23+000.
Jalan Tol Pekanbaru-Padang memiliki total panjang 254 km dengan rincian Seksi 1 Padang–Sicincin, Seksi 2 Sicincin–Bukittinggi, Seksi 3 Bukittinggi–Payakumbuh, Seksi 4 Payakumbuh–Pangkalan, Seksi 5 Pangkalan–Bangkinang dan Seksi 6 Bangkinang–Pekanbaru.
Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) melalui Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol yang ditandatangani pada Oktober 2017 dengan nilai investasi sebesar Rp9,729 triliun.
Dalam kunjungannya ke Sumatera Barat, pada Kamis (11/1/2024) lalu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, JTTS memiliki total panjang 2.749 km dengan panjang koridor utama 1.889 km dan koridor pendukung 860 km.
Pada tahun 2024, Kementerian PUPR menargetkan operasional JTTS Koridor Utama antara lain Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (sebagian Seksi 2-Seksi 4), Binjai–Langsa Seksi 2, Kisaran–Indrapura, Padang–Pekanbaru (Bangkinang–Pangkalan), Sigli–Banda Aceh Seksi 1, Betung-Jambi Seksi Bayung Lencir–Tempino, Padang–Pekanbaru (Padang–Sicincin), dan Binjai–Langsa (Seksi 3).
Salah satunya termasuk Jalan Tol Pekanbaru-Padang, Seksi 1 Padang-Sicincin sepanjang 36,6 km yang akan menghubungkan provinsi Sumatra Barat dan Riau.
"Kecepatan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Padang membutuhkan dukungan pemerintah daerah," ucapnya ketika itu.
Progres Pembangunan Fisik sejumlah Ruas Konstruksi Tol hingga Februari 2024:
Jalan Tol Padang–Pekanbaru:
Seksi I Padang–Sicincin (37 km): 51,93%
Seksi V Bangkinang–Pangkalan Tahap I (Bangkinang= Koto Kampar) (25 km): 98,85%.
Jalan Tol Sigli–Banda Aceh:
Seksi I Padang Tidji–Seulimum (25 km): 79,2%
Jalan Tol Binjai–Langsa:
Seksi Binjai–Pangkalan Brandan (58 km): 93,25%
Jalan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat:
Seksi III dan IV Tebing Tinggi–Pematang Siantar (58 km): 86,72%
Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi:
Seksi III Bayung Lencir–Tempino (34 km): 54,48%
Jalan Tol Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru:
Seksi 1 (31 km): 6,97%.
Laporan: RPG
Editor : RP Edwir Sulaiman