TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO)- Masyarakat Kuansing kembali dihebohkan oleh penemuan mayat terapung di sungai kuantan Desa Seberang Taluk Hilir, Kecamatan Kuantan Tengah, Kuansing, Riau Selasa (14/5/2024). Mayat tanpa identitas tersebut berjenis kelamin laki-laki. Kuat dugaan, mayat tersebut berasal dari korban galodo Sumatera Barat.
Baca Juga: Korban Galodo Ditemukan di Laut Padang, Total Korban Meninggal 47 dan 2.039 Jiwa Mengungsi
Sebab, belum ada laporan terkait salah seorang warga Kuansing yang hilang dalam waktu beberapa hari belakangan.
Menurut Kapolres Kuansing, AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK MH melalui Plt Kapolsek Kuantan Tengah, AKP Feri Wardi menyebutkan bahwa salah seorang warga melihat sesuatu yang mengambang di aliran Sungai Batang Kuantan di Desa Seberang Taluk Hilir.
Baca Juga: Galodo dan Longsor Kepung Sumbar, 37 Korban Meninggal
Setelah memastikan bahwa benda yang mengambang tersebut adalah mayat manusia, warga tersebut segera menghubungi pihak Kepolisian.
Baca Juga: Pencarian Dihentikan Sementara, Korban Meninggal Dunia Banjir Bandang Agam dan Tanah Datar 37 Orang
Selanjutnya, warga bersama anggota Polsek Kuantan Tengah menghubungi pihak BPBD Kabupaten Kuansing dan instansi terkait lainnya untuk melakukan upaya penyelamatan atau evakuasi mayat ke tepi sungai.
Baca Juga: 50 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang dan Longsor di Sumbar, 27 Hilang, 3.396 Warga Mengungsi
"Informasi yang diterima, mayat tanpa identitas ini diduga merupakan warga Sumatera Barat korban galodo di Agam. Sebab, sebelumnya ada permohonan bantuan dari BPBD Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumbar yang disampaikan kepada Polsek Hulu Kuantan untuk memantau mayat korban galodo Agam di Sungai Batang Kuantan," terang Feri.
Saat ini, mayat tanpa identitas tersebut dibawa ke RSUD Telukkuantan untuk dilakukan tindakan lebih lanjut.
Baca Juga: Jalan Riau-Sumbar Putus Akibat Longsor di Bawah Jembatan Layang Kelok 9
"Diharapkan, pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya dapat segera menghubungi pihak berwenang untuk proses identifikasi lebih lanjut," kata Feri.
Editor : RP Eka Gusmadi Putra