Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Terjunkan Tim Drone, BNPB Petakan Titik Potensi Bencana Susulan di Tanah Datar

Redaksi • Senin, 27 Mei 2024 | 21:05 WIB
Pantauan drone BPBD Tanah Datar atas banjir bandang di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kab Tanah Datar. Sungai itu berhulu di Gunung Marapi dengan nama Sungai Malana atau Lona
Pantauan drone BPBD Tanah Datar atas banjir bandang di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kab Tanah Datar. Sungai itu berhulu di Gunung Marapi dengan nama Sungai Malana atau Lona

 

PADANG (RIAUPOS.CO) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan tim drone guna melakukan pemetaan yang lebih luas terhadap area terdampak galodo Sumatra Barat, sekaligus memetakan potensi bencana susulan yang mungkin terjadi.

Pada Minggu (26/5), tim drone yang terdiri dari dua orang personil dari Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB bersama dengan satu orang pilot drone dari Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI) dan satu orang pilot dari Sky Volunteer menerbangkan tiga pesawat tanpa awak (drone) berjenis tetracopter Autel Evo II. Tetracopter merupakan pesawat tanpa awak dengan empat baling-baling.

Baca Juga: Pastikan Kelaikan Bus Studi Wisata Sekolah, Polisi Cek dan Bawa Langsung Mekanik

"Giat pemetaan kali ini tim bergerak menuju lereng Gunungapi Marapi di sisi Kabupaten Tanah Datar dengan titik fokus di wilayah Sungai Jambu, Pasir Lawas, dan Sigarunggung. Aliran sungai yang berhulu ke Marapi di tiga wilayah ini disinyalir terdapat material batuan yang mengganjal dan berpotensi menghambat jalannya aliran air," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Senin (27/5).

Sebelumnya, BNPB besama dengan perwakilan forkopimda Tanah Datar telah melakukan pemantauan udara dengan menggunakan helikopter di tiga titik lokasi ini namun tidak mencapai hasil yang maksimal karena kendala cuaca.

Area pemetaan yang digunakan kali ini secara umum mengacu pada wilayah kerja yang sudah disiapkan berdasarkan hasil analisis dan laporan area terdampak yang dapat dicek melalui portal inaRisk (https://inarisk.bnpb.go.id/tanggapdarurat_sumbar)

Baca Juga: Timnas Indonesia Mulai Jalani Latihan Perdana Persiapan Kualilfikasi Piala Dunia 2026

"Dengan keadaan cuaca mendung disertai gerimis ringan, pada operasi drone hari ini tim berhasil menerbangkan pesawat nirawak berwarna oranye hingga ketinggian 200 meter yang mencakup area seluas 40 hektar," imbuh Abdul Muhari.

Hasil pemantauan visual yang didapatkan kali ini antara lain belum ditemukannya batu besar yang akan berpotensi menjadi blocking aliran air pada alur sungai Jambu, Pasir Lawas, dan Sigarunggung.

Tindak lanjut hasil pemetaan hari ini akan menjadi acuan untuk pelaksanaan upaya penanganan darurat sesuai empat kesepakatan langkah lanjutan penanganan banjir lahar hujan di Sumatra Barat yaitu normalisasi aliran sungai, pemasangan unit early warning system (EWS), demolish, dan pembangunan sabo dam.

Sumber: JawaPos.com

Editor : M. Erizal
#Banjir Bandang Sumbar #banjir lahar dingin #bnpb #Galodo #banjir bandang