PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Masyarakat di kaki Gunung Marapi, Sumatera Barat melihat gunung api tersebut kembali erupsi, Kamis (30/5/2024) sekitar pukul 13:04 WIB.
Erupsi Marapi yang dikabarkan masih terjadi hingga berita diturunkan, melontarkan abu vulkanik dengan tinggi kolom letusan teramati hingga 2 km di atas puncak (lebih kurang 4.891 meter di atas permukaan laut). Informasi erupsi Gunung Marapi ini dibenarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM.
Baca Juga: Rusak, Warga Kuntu Tanam Pohon Pisang di Jalan
"Terjadi erupsi Gunung Marapi pada hari Kamis, 30 Mei 2024, pukul 13:04 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 4.891 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," tulis PVMBG melalui akun resminya di X.
Salah seorang warga Bukittinggi, Yuda Ega yang sedang santap makan siang di kota yang identik dengan ikon Jam Gadang tersebut juga menginformasikan perihal erupsi yang terjadi Kamis siang tersebut.
Baca Juga: Realisasi Keuangan APBD Riau 2024 Baru Capai 21 Persen
"Terlihat jelas karena cuaca lagi cerah. Tinggi letusannya, di dekat lokasi memang ada bergetar sedikit, seperti gempa lokal gitu," ujar warga Bukittinggi yang melihat erupsi Gunung Marapi dari kejauhan tersebut kepada Riaupos.co.
Warga Bukittingi lainnya Ellysia juga melihat Gunung Marapi erupsi Kamis siang. Bahkan, mendengar juga adanya suara gemuruh.
"Seperti drum digulingkan, ada gemuruh," kata Ellysia menginformasikan via pesan singkat elektronik WhatsApp.
Baca Juga: Diduga Pelaku Pembunuhan Pensiunan BUMN adalah Sopir Korban
Atas kondisi erupsi Gunung Marapi ini, PVMBG melalui unggahan resminya, memberikan beberapa rekomendasi seperti dikutip Riaupos.co berikut.
Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4.5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi. Kedua, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi, terutama di saat musim hujan.
Baca Juga: Sudah Memakai Pakaian Ihram, Jemaah Haji Asal Inhu Wafat
Ketiga, jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh
Keempat, seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoaks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
Baca Juga: Batiqa Hotels Tawarkan Promo Spesial Gajian
Kelima, Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi di Jalan Prof Hazairin Nomor 168 Bukittinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas G. Marapi.
Dan keenam, masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi G. Marapi melalui aplikasi android Magma Indonesia yang dapat diunduh dari Play Store, website Badan Geologi (https://geologi.esdm.go.id), website PVMBG (https://vsi.esdm.go.id), atau media sosial PVMBG (https://linktr.ee/PVMBG).
Editor : RP Eka Gusmadi Putra