Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kabar Terkini Longsor Tambang Emas di Solok: 25 Korban Ditemukan, 14 Orang Meninggal, 2 Meninggal saat Dapat Perawatan

Redaksi • Sabtu, 28 September 2024 | 23:59 WIB
Proses evakuasi korban yang tertimbun di tambang emas ilegal di Sungai Abu, Kabupaten Solok.
Proses evakuasi korban yang tertimbun di tambang emas ilegal di Sungai Abu, Kabupaten Solok.

SOLOK (RIAUPOS.CO) - Longsor yang terjadi di kawasan tambang emas ilegal di Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, telah mengakibatkan 25 orang menjadi korban, termasuk di antaranya terdapat korban jiwa yang terus bertambah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Irwan Efendi mengatakan, pada Jumat malam (27/9), awalnya dilaporkan terdapat 22 korban. Namun, pada dini hari, satu korban dievakuasi, dan pagi harinya, dua orang lagi yang mengalami luka berat berhasil dievakuasi.

"Dengan demikian, total korban kini berjumlah 25 orang," ujarnya.

Irwan menjelaskan, dari total 25 korban tersebut, 14 di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Dua di antara mereka meninggal dunia saat menerima perawatan medis.

Sementara itu, 11 orang lainnya mengalami luka-luka, di mana tujuh di antaranya mengalami luka berat, tiga orang luka sedang, dan satu orang luka ringan.

"Mohon maaf atas kesimpangsiuran informasi terkait jumlah korban. Kendala seperti terbatasnya jaringan telekomunikasi di posko bencana dan medan yang sulit dijangkau selama evakuasi menjadi tantangan dalam menyajikan informasi yang akurat," kata Irwan.

Saat ini, kata Irwan, seluruh jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarganya. Untuk korban yang mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dirujuk ke rumah sakit daerah, sementara yang lainnya masih dirawat di Puskesmas Hiliran Gumanti atau dibawa pulang oleh keluarga untuk perawatan di rumah.

"Ada yang dirujuk ke RSUD, tetapi kami belum mendapat informasi lebih lanjut tentang rumah sakit mana yang dituju, apakah ke RSUD Arosuka atau langsung ke RS M. Djamil di Padang. Kami masih mengumpulkan informasi," tambahnya.

Irwan menyebutkan bahwa pihaknya belum dapat memberikan informasi mengenai kemungkinan bertambahnya jumlah korban longsor tambang emas yang terjadi pada Kamis (26/9/2024) sore itu.

Komunikasi intensif terus dilakukan dengan perangkat nagari di sekitar lokasi tambang, baik dari Kabupaten Solok maupun Solok Selatan.

"Setiap perangkat nagari masih melakukan pendataan untuk memastikan apakah masih ada korban yang belum ditemukan. Malam ini, kami juga akan mengadakan rapat. Semoga tidak ada lagi korban tambahan," tutupnya.

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : RP Edwar Yaman
#solok #longsor tambang emas #tambang emas ilegal #korban longsor bertambah