"Jika pembangunannya tak kunjung tuntas dalam waktu dekat, minimal pembangunan feeder tol atau sayap jalan tol untuk Dharmasraya-Rengat Riau dan Riau-Kelok Sembilan, bisa digerakkan," ujarnya kepada Padang Ekspres di ruang kerjanya, Pulaupunjung, kemarin (16/10).
Kedua feeder itu jika tuntas, maka Sutan Riska meyakini bisa berdampak besar kepada Sumbar secara umum. Ekonomi masyarakat yang didominasi pelaku UMKM bisa bergerak. Selain itu, keorisinilan alam Sumbar pun bisa terjaga. Sektor pariwisata pun bisa lebih berkembang.
Khusus Dharmasraya, diakui Sutan, keberadaan feeder tol itu sangat ditunggu-tunggu. Feeder tol ini membuka akses Dharmasraya dan sejumlah kabupaten dan kota di tengah Sumatera ke tol trans Sumatera di lintas timur yang melalui Rengat.
Nantinya waktu tempuh menuju Jakarta terpangkas hingga 11 jam. "Bila sekarang butuh waktu 24 jam. Saat feeder tol ini selesai dan tol tersambung dari Rengat hingga Lampung, hanya butuh waktu 13 jam," kata dia.
Dia berharap, pembangunan feeder tol itu bisa disegerakan. "Jelas, kita berharap feeder tol itu bisa direalisasikan, mengingat dampak positif yang diterima daerah," ujar dia.
Pemkab Dharmasraya sendiri, tambah dia, sudah mengajukan usulan itu ke Kementerian PUPR sejak tahun lalu. Namun, sejauh ini masih dalam tahapan pengkajian.
Sumber: Padek.jawapos.com
Editor : RP Rinaldi