Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Korban Serangan OTK di Pulau Rempang Buat Laporan ke Polisi

Hendrawan Kariman • Kamis, 19 Desember 2024 | 20:26 WIB

Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang Nofita Putri Mani (dua kanan), Direktur LBH Mawar Saron Batam Supriardoyo Simanjuntak (kiri) dampingi dua warga Rempang membuat laporan ke polisi.
Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang Nofita Putri Mani (dua kanan), Direktur LBH Mawar Saron Batam Supriardoyo Simanjuntak (kiri) dampingi dua warga Rempang membuat laporan ke polisi.
 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Pulau Rempang yang menjadi korban penyerangan oleh puluhan orang tak dikenal (OTK) pada Selasa (17/12/2024) malam lalu membuat laporan ke polisi.

Dua warga mewakili korban lainnya, didampingi Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang, membuat laporan ke Polres Balerang pada Rabu (18/12/2024).

''Laporan kami sudah diterima pada Rabu malam,'' sebut Nofita Putri Mani, salah seorang advokat yang mendampingi warga Rempang, Kamis (19/12/2024).

Nofita menyebutkan, pihaknya membuat dua laporan terkait dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dialami warga Pulau Rempang. Adapun dua warga yang didampingi juga merupakan korban luka atas insiden penyerangan pada warga Kampung Sembulang Hulu dan Sungai Buluh, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Batam.

Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang berharap laporan warga yang mereka dampingi ini bisa langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian. Sehingga usaha menghadirkan rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat bisa segera dihadirkan. 

Sementara Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron Batam Supriardoyo Simanjuntak, yang ikut mendampingi para korban mengatakan, pihaknya akan terus mendampingi warga Pulau Rempang selama mereka menjalani proses ini.  

Seperti diberitakan sebelumnya, tidak kurang dari delapan warga yang mengalami luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Mereka diserang yang diserang di antaranya anak masih di bawah umur.

Rincian yang diterima Riaupos.co, tiga orang mengalami luka sobek di bagian kepala, satu orang luka berat, satu warga terkena panah, satu warga mengalami luka ringan, dan satu lagi merupakan anak di bawah umur yang mengalami luka lebam di wajah akibat dikeroyok sekitar 10 orang.

Selain itu, posko masyarakat dan belasan kendaraan bermotor milik warga juga dirusak. Atas insiden ini, sejumlah organisasi masyarakat sipil seperti Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak agar Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kembali Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang. Karena mereka menduka para penyerang merupakan tim dari perusahaan PSN tersebut.(end)

Editor : RP Edwar Yaman
#polres barelang #otk #pulau rempang #buat laporan polisi