Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Erupsi, Marapi Semburkan Abu Tebal Setinggi 800 Meter

Redaksi • Kamis, 17 April 2025 | 09:41 WIB
Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengeluarkan abu tebal saat erupsi, Rabu (16/4/2025).
Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, mengeluarkan abu tebal saat erupsi, Rabu (16/4/2025).

PADANG (RIAUPOS.CO) - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan terjadinya erupsi, Rabu (16/4) pukul 11.37 WIB. Letusan kali ini menghasilkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang membubung setinggi kurang lebih 800 meter di atas puncak kawah, atau sekitar 3.691 meter di atas permukaan laut.

Pantauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan bahwa kolom abu tersebut condong bergerak ke arah timur laut. Erupsi ini juga terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 30.1 milimeter dan durasi gempa letusan selama 52 detik.

Menyusul erupsi ini, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting yang ditujukan kepada masyarakat di sekitar Gunung Marapi serta para pendaki dan wisatawan. Masyarakat diimbau untuk tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung, yaitu Kawah Verbeek.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, bantaran, dan aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar atau banjir lahar, terutama mengingat potensi curah hujan yang tinggi.

Dalam hal terjadi hujan abu, PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk segera menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari risiko gangguan pernapasan atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pihak berwenang juga menekankan pentingnya menjaga suasana yang kondusif di tengah masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya atau narasi bohong (hoaks). Arahan dan informasi resmi dari Pemerintah Daerah diharapkan menjadi acuan utama.

Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam diminta untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan PVMBG, Badan Geologi di Bandung, maupun dengan Pos Pengamatan Gunung Marapi yang berlokasi di Jalan Prof. Hazairin Nomor 168 Bukittinggi. Koordinasi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat mengenai aktivitas Gunung Marapi.

Dikutip dari CNN Indonesia.com, saat erupsi suara dentuman terdengar pada radius sekitar 20 kilometer dari puncak gunung, terutama warga yang tinggal di kawasan Bukik Batabuah dan Sungai Pua Kabupaten Agam. “Ada suara keras. Dentumannya terasa kuat,” kata Dery, seorang warga.

Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi yang berbasis di Kota Bukittinggi mencatat, erupsi terjadi sekitar pukul 13.37 WIB. “Masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki, pengunjung, wisatawan diminta tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas kawah,” imbau Teguh.

Selain itu, warga juga diminta mewaspadai aliran lahar dingin yang mungkin bisa terjadi. Gunung Marapi sendiri saat ini berstatus Waspada Level II.(rpg)

Editor : Arif Oktafian
#marapi erupsi #gunung erupsi kembali erupsi #gunung marapi #Sumatra barat