Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

12 Orang Meninggal dan 12 Ribu Jiwa Terdampak Banjir Bandang dan Longsor Sumbar hingga Hari Ini

Redaksi • Kamis, 27 November 2025 | 17:05 WIB

Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (27/11/2025).
Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis (27/11/2025).


PADANG (RIAUPOS.CO) - Sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan 12 ribu jiwa terdampak akibat banjir bandang serta longsor yang terjadi di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) hingga hari ini, Kamis (27/11/2025).

Informasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Vasko Ruseimy dalam rapat tingkat menteri yang diselenggarakan secara virtual Kamis sore.

Menurur keterangan resmi BNPB yang diterima Riaupos.co, Kamis sore, Pemprov Sumbar, menurut Wagub Vasko, melalui jajarannya dari unsur organisasi perangkat daerah bersama TNI-Polri terus melakukan operasi penanganan darurat.

“Data terakhir di Sumatra Barat, korban meninggal dunia sebanyak 12 orang dan warga terdampak sekitar 12.000 jiwa,” ujar Vasko.

Pada kesempatan itu, Wagub menambahkan beberapa tantangan yang dihadapi di antaranya pembersihan material, akses komunikasi dan perbaikan darurat infrastrutkur vital.

“Titik longsor di badan jalan yang amblas, pohon tumbang di beberapa kabupaten dan kota,” tambahnya.

Terkait dengan penetapan status, Wakil Gubernur Sumbar menjelasan pihaknya telah menetapkan status tanggap darurat dan juga beberapa kabupaten dan kota yang terdampak cuaca ekstrem. Menurut wagub, sejumlah wilayah akan menyusul dalam penetapannya.

Seperti diketahui, hujan kembali mengguyur Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat sepanjang hari ini, Kamis (27/11). Bencana hidrometeorologi basah tak bisa dihindari menerjang beberapa titik di wilayah kota.

BPDB setempat didukung dengan BPBD provinsi serta dinas terkait, termasuk TNI-Polri, melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak.

Pantauan pagi ini, Kamis (27/11), arus banjir dengan volume debit air besar menerjang sejumlah rumah yang berada di bantaran Sungai Minturun.

Material batang pohon dan lumpur merusak rumah warga di Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang. Terdapat 4 warga meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

 

Beberapa rumah mengalami kerusakan saat kejadian berlangsung pada dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB.

Selain banjir bandang di Lubuk Minturun, jembatan penghubung di Koto Luar, Kecamatan Pauh, Kota Padang, putus akibat struktur jembatan yang dihantam material yang hanyut terbawa arus banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang masih memprioritaskan penanganan darurat, seperti evakuasi, pengamanan di lapangan yang berpotensi mengancam keselamatan warga dan pelayanan warga yang terdampak.

Data Pusat Pengendalian Operasi BPBD Provinsi Sumbar mencatat cuaca ekstrem berdampak di 17 kelurahan di 7 kecamatan di Kota Padang.

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan banjir, longsor dan sejumlah pohon tumbang di 14 titik. BPBD setempat masih melakukan pemutakhiran data dampak bencana hingga sore ini.

Editor : Eka G Putra
#Lubuk Minturun Padang #Wagub Sumbar Vasko Ruseimy #bnpb ri #banjir bandang Sumatera Barat #bpbd kota padang #longsor sumbar #bencana sumbar