Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Padangsidimpuan Lumpuh, Tiga Jalur Nasional Terputus, Pertalite Rp25 Ribu per Liter

Redaksi • Jumat, 28 November 2025 | 10:39 WIB
Antrean warga membeli BBM di salah satu SPBU di Padangsidimpuan.
Antrean warga membeli BBM di salah satu SPBU di Padangsidimpuan.

MEDAN (RIAUPOS.CO) -- Banjir dan tanah longsor telah membuat kerusakan di beberapa daerah di Provinsi Sumatera Utara. Akses jalan terputus hingga membuat perputaran ekonomi lumpuh.

Tiga lintas jalan nasional menuju Kota Padangsidimpuan putus. Hal ini kemudian memicu kepanikan massal dan membuat pusat pertumbuhan ekonomi strategis kawasan Pantai Barat itu nyaris lumpuh total, Kamis (27/11/2025).

Akses Lintas Barat dari arah Tapanuli Tengah (Tapteng) putus di Anggoli, Lintas Tengah dari arah Panyabungan terendam banjir hingga 1 meter di Aek Sijorni, dan Lintas Timur dari Tarutung amblas di Desa Marsada dekat Batu Jomba. Tiga jalur utama ini merupakan nadi distribusi logistik menuju Padangsidimpuan.

Putusnya akses jalan ini membuat distribusi BBM dari Pertamina tersendat. Stok pun menipis di seluruh SPBU dan harga pertalite di tingkat pengecer melonjak hingga Rp20.000–Rp25.000 per liter, naik hampir 100 persen dari harga normal.

Pantauan Sumutpos.jawapos.com (Riau Pos Group) Kamis malam, beberapa SPBU baru mulai beroperasi menjelang magrib dan langsung diserbu ribuan kendaraan. Antrean mengular panjang dan pengendara rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM. "Kondisi seperti ini belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka," ujar seorang warga.

Tersendatnya pasokan BBM ini berimbas pada kondisi pasar. Di Pasar Mahera dan Pasar Kodok, suasana penuh sesak. Pembeli memburu beras, minyak goreng, dan telur dalam jumlah besar. "Takut nanti harga naik. Makanya saya beli beras banyak, apalagi kabarnya jalan masih putus," ujar Rayna, salah satu pembeli di Pasar Mahera.

Sementara pembeli BBM, Wahyu, mengaku rela mengantre berjam-jam membeli minyak untuk sepeda motornya. "Antre saja. Biar panjang asal dapat. Harga eceran sudah tak masuk akal. Rp25 ribu per liter," katanya ditemui di SPBU Indra Angkola Km 2, Padangmatinggi.

Sebagai pusat ekonomi kawasan Pantai Barat, Padangsidimpuan sangat bergantung pada kelancaran arus barang dari tiga jalur utama. Putusnya jalur secara bersamaan menjadi kejadian langka dan langsung berdampak besar pada kebutuhan dasar masyarakat.

Hingga malam, antrean di SPBU masih terjadi dan pasokan makanan terus diburu warga. Pemerintah diharapkan segera menurunkan langkah mitigasi agar situasi tidak semakin memburuk.

Sumber: Sumutpos.jawapos.com

Editor : Rinaldi
#harga pertalite #jalan putus #banjir dan tanah longsor #Padangsidimpuan Lumpuh