Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Aceh Undang Lembaga Internasional Bantu Pemulihan Pascabencana Banjir Bandang

Redaksi • Minggu, 14 Desember 2025 | 20:21 WIB
Warga terdampak banjir mengungsi ke masjid di Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (9/12/2025). Di Kecamatan Karang Baru, pengung
Warga terdampak banjir mengungsi ke masjid di Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (9/12/2025). Di Kecamatan Karang Baru, pengung

BANDA ACEH (RIAUPOS.CO) - Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera menyisakan duka mendalam bagi masyarakat di wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar. Pascabencana banjir, Pemerintah Aceh secara resmi membuka pintu bagi keterlibatan lembaga internasional untuk memperkuat upaya pemulihan.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi mempercepat penanganan dampak bencana dengan melibatkan jejaring bantuan global yang berpengalaman.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 77 lembaga dengan total 1.960 relawan telah terlibat aktif membantu pemulihan Aceh.

Ribuan relawan tersebut berasal dari organisasi lokal, nasional, hingga internasional, yang seluruhnya terdata secara resmi melalui Desk Relawan BNPB dan Posko Tanggap Darurat Aceh.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan jumlah relawan tersebut masih berpotensi bertambah seiring berjalannya proses penanganan darurat dan pemulihan di lapangan.

“Atas nama masyarakat Aceh dan para korban terdampak, Gubernur Aceh menyampaikan terima kasih atas niat baik dan kontribusi seluruh lembaga serta relawan yang telah terlibat dalam pemulihan Aceh,” ujar MTA, Ahad (14/12/2025).

Menurutnya, kehadiran lembaga dan relawan tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja-kerja kedaruratan dan pemulihan yang saat ini tengah dilakukan oleh berbagai institusi pemerintah, seperti TNI, Polri, BNPB, BPBA Aceh, Basarnas, pemerintah kabupaten/kota, ormas/OKP, hingga masyarakat Aceh secara mandiri.

Sejumlah lembaga yang tercatat dalam Desk Relawan BNPB untuk Aceh antara lain Save The Children, Islamic Relief, ABF, DH Charity, FKKMK UGM, Mahtan Makassar, Relawan Nusantara, Baznas, EMT AHS UGM, Koalisi NGO HAM, Katahati Institute, Orari, Yayasan Geutanyoe, serta beberapa lembaga lainnya.

“Secara khusus, Pemerintah Aceh juga telah secara resmi menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional dengan mempertimbangkan pengalaman penanganan bencana besar, khususnya tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF,” jelas MTA.

Pemerintah Aceh menegaskan akan terus mengambil langkah-langkah kebijakan strategis dalam proses pemulihan, dengan tetap berada di bawah supervisi dan koordinasi Pemerintah Pusat.

 

“Mari kita terus bersatu dan bergotong royong untuk mewujudkan Aceh yang lebih baik dan bangkit dari bencana ini,” tutup Muhammad MTA. (sep/rif/rpg)

Sumber: Harianrakyataceh.com

Editor : Eka G Putra
#pemerintah aceh #Bencana di aceh #bencana banjir & tanah longsor #pemulihan bencana #banjir aceh #lembaga internasional #Banjir Bandang Sumatera