AGAM (RIAUPOS.CO) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Maninjau, Tanjungraya, Agam, sejak Kamis (25/12) siang kembali memicu meluapnya Sungai Batang Muaro Pisang. Banjir bandang membawa material lumpur pekat, batu-batu besar, dan kayu, menerjang permukiman warga di Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau.
Luapan sungai terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, setelah hujan deras mulai turun sejak pukul 13.28 WIB. Aliran air bercampur lumpur dan bebatuan meluber ke jalan raya hingga menutup akses utama Maninjau–Lubukbasung.
“Material yang terbawa sangat berbahaya, batu-batu besar meluncur deras di atas jalan,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agam, Roza Syadefiyanti, saat dihubungi via telepon seluler.
Sementara, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, menyampaikan bahwa jalur Maninjau–Lubukbasung ditutup sementara karena akses dipenuhi material banjir. Saat ini alat berat sudah diturunkan dan bekerja di lokasi
untuk membersihkannya. “Dampak lainnya, kita masih menunggu laporan dari pihak kecamatan,” katanya.
Tak hanya permukiman warga, banjir bandang juga menggenangi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Maninjau yang berada di Jorong Pasa Maninjau. Air masuk ke area rutan membawa lumpur, batu, dan kayu, sehingga memicu langkah evakuasi darurat.
Kepala Rutan Kelas IIB Maninjau, Joko Prayitno, mengatakan sebanyak 44 warga binaan terpaksa dievakuasi ke Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Agam di Maninjau sekitar pukul 14.00, saat ketinggian air belum terlalu tinggi. “Kami khawatir jika banjir semakin tinggi, pintu utama rutan tidak bisa dibuka. Evakuasi dilakukan untuk menyelamatkan warga binaan,” ujar Joko.
Proses evakuasi dilakukan dengan pengawalan ketat petugas rutan dan koordinasi dengan Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Barat. Para warga binaan ditempatkan di Kantor Kejari Maninjau yang dipagari dan dijaga ketat.
Setelah kondisi dinyatakan aman, sekitar pukul 16.00, seluruh warga binaan dikembalikan ke rutan. Hingga Kamis sore, hujan telah reda dan alat berat telah bekerja membersihkan material banjir bandang.(ptr/rpg)
Editor : Bayu Saputra