Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Perbaikan Jalan Putus Malalak Ditargetkan Tuntas Desember

Tim Redaksi • Senin, 9 Maret 2026 | 11:46 WIB

Personel BPJN Sumatera Barat melakukan perbaikan jalan putus sepanjang 150 meter di Malalak, Agam, Sumatera Barat, Ahad (8/3/2026). Proyek ini ditargetkan rampung Desember 2026.
Personel BPJN Sumatera Barat melakukan perbaikan jalan putus sepanjang 150 meter di Malalak, Agam, Sumatera Barat, Ahad (8/3/2026). Proyek ini ditargetkan rampung Desember 2026.

PADANG (RIAUPOS.CO) - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat mempercepat penanganan kerusakan jalan pascabencana di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam yang sempat memutus akses transportasi antarwilayah.

Penanganan dilakukan meskipun ruas tersebut berstatus jalan provinsi, karena BPJN Sumbar menerima instruksi langsung dari Menteri Pekerjaan Umum setelah bencana besar melanda kawasan itu pada November lalu.

Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi mengatakan salah satu titik kerusakan paling krusial berada di KM 82+900. Pada saat bencana terjadi, badan jalan di lokasi tersebut amblas dan terputus sepanjang kurang lebih 150 meter sehingga menyebabkan konektivitas transportasi di kawasan tersebut lumpuh total.

“Kami telah melakukan penanganan darurat dengan menggeser badan jalan ke arah sisi tebing agar konektivitas antarwilayah dapat tersambung kembali,” ujar Elsa sebagaimana dikutip dari Instagram BPJN Sumbar, Ahad (8/3).

Ia menjelaskan, secara teknis jalur tersebut kini sudah kembali fungsional dan dapat dilalui kendaraan. Namun demikian, progres keseluruhan penanganan proyek perbaikan jalan di kawasan itu masih berada pada kisaran 8 persen karena pekerjaan yang dilakukan mencakup konstruksi berskala besar.

Pekerjaan tersebut termasuk pembangunan sejumlah jembatan yang dirancang untuk memastikan struktur jalan menjadi permanen dan lebih kokoh dibandingkan penanganan darurat yang telah dilakukan sebelumnya. “Secara keseluruhan, estimasi penyelesaian penanganan permanen ditargetkan pada Desember 2026,” kata Elsa.

Salah satu titik terdampak paling parah berada di kawasan Simpang Koto Mambang–Balingka yang mengalami kerusakan signifikan akibat bencana yang terjadi pada akhir tahun lalu.

Meski jalur transportasi telah tersambung kembali, pihak berwenang mengingatkan bahwa kondisi jalan saat ini masih belum sepenuhnya aman untuk dilalui secara normal oleh masyarakat.

Sebagian ruas jalan masih berupa tanah dan memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap ancaman longsor, terutama ketika intensitas curah hujan meningkat di kawasan perbukitan tersebut.(rpg)

Editor : Arif Oktafian
#Balai Pelaksana Jalan Nasional Sumbar #Elsa Putra Friandi #jalan putus Malalak Agam