RIAUPOS.CO - BEBERAPA provinsi di pulau Sumatera mengalami pemadaman listrik. Pemadaman ini disebabkan oleh gangguan pada sistem transmisi yang secara domino menyebabkan beberapa pembangkit ikut padam sehingga membutuhkan proses black start.
Padamnya listrik ini sempat menimbulkan kepanikan karena terjadi di Waktu Beban Puncak (WBP) ketika permintaan atau pemakaian energi listrik mencapai titik tertinggi. PLN mencatat gangguan terjadi pada pukul 18.44 WIB saat permintaan energi listrik naik secara signifikan.
Menerima informasi gangguan, PT PLN (Persero) segera mengerahkan personel terbaiknya. PLN Nusantara Power (NP) Unit Pembangkitan (UP) Pekanbaru, mengirim personel pemeliharaan dan enjiniring ke unit-unit layanan pada kesempatan pertama untuk mempercepat proses back up.
Baca Juga: Jabatan Pangdam, Kapolda, Danrem, dan Kapolres Jadi Taruhan
Manager UP Pekanbaru Arief Wicaksono mengungkapkan, setelah menerima informasi gangguan, pihaknya langsung menerjunkan personel Operasi, Pemeliharaan, dan Enjiniring ke seluruh Unit Layanan. “Tanpa membuang waktu, UP Pekanbaru melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada unit-unit pembangkit. Pemeriksaan ini untuk memastikan apakah unit pembangkit siap untuk kembali sinkron ketika sistem transmisi sudah pulih,” terangnya.
Setelah dilaksanakan pemeriksaan, unit-unit pembangkit UP Pekanbaru yang terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), dan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dinyatakan siap dan bisa dilakukan start-up.
“Secara keseluruhan, hanya dalam hitungan jam usai terjadinya gangguan, unit-unit pembangkit di lingkungan UP Pekanbaru baik itu PLTA, PLTG, maupun PLTMG segera sinkron dan kembali mendukung sistem kelistrikan Sumatera secara penuh setelah sistem transmisi pulih,” pungkas Arief yang menyatakan bahwa unit-unit pembangkit di lingkungan UP Pekanbaru sedang dalam kondisi prima.
Proses start-up dan sinkronnya unit-unit pembangkit UP Pekanbaru ke dalam sistem ini menjadi sangat krusial mengingat energi listrik yang dihasilkan juga digunakan untuk menghidupkan pembangkit-pembangkit besar disamping memenuhi kebutuhan masyarakat secara bertahap di momen krisis.(adv)
Editor : Arif Oktafian