Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gempa M4,7 di Wilayah Padang Dipicu Sesar Mentawai

Tim Redaksi • Senin, 22 Juni 2026 | 10:48 WIB
Ilustrasi gempa bumi.(Jawapos.com)
Ilustrasi gempa bumi.(Jawapos.com)

 

PADANG (RIAUPOS.CO) -  Gempa bumi tektonik magnitudo 4,7 mengguncang wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, Ahad (21/6) sekitar pukul 09.33 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang Suaidi Ahadi menjelaskan, hasil analisis lembaganya menunjukkan pisenter atau titik pusat gempa berada pada koordinat 1,25 derajat Lintang Selatan (LS) dan 99,8 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berada di laut pada jarak 71 kilometer arah barat daya Kota Padang, dengan kedalaman 24 kilometer.

‘’Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Mentawai,’’  kata Suaidi, kemarin. Berdasarkan perkiraan peta guncangan BMKG, gempa ini dirasakan dengan tingkat yang bervariasi di sejumlah daerah. 

Baca Juga: PLN Nusantara Power Ambil Langkah Cepat Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera

Di Padang, Pariaman, dan Kepulauan Mentawai, guncangan dirasakan pada skala II-III Modified Mercalli Intensity (MMI), yakni getaran yang dirasakan oleh banyak orang dan terasa nyata di dalam rumah, seperti ada truk besar yang melintas, hingga membuat benda-benda ringan yang tergantung ikut bergoyang.

Sementara itu, di wilayah Padangpanjang, Bukittinggi, Solok, Muko-Muko, dan Pasaman Barat, kekuatan guncangan tercatat lebih ringan, yaitu pada skala I-II MMI. Pada level ini, getaran umumnya hanya terekam oleh alat seismograf atau dirasakan oleh sebagian kecil orang, dengan benda-benda ringan yang tergantung sedikit bergoyang.

Suaidi menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai adanya kerusakan yang ditimbulkan akibat peristiwa gempa bumi tersebut. ‘’Sampai saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,’’  ujarnya.

Baca Juga: Jabatan Pangdam, Kapolda, Danrem, dan Kapolres Jadi Taruhan

BMKG juga mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock pascagempa utama. Berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 09.54 WIB pada hari yang sama, tercatat sebanyak satu kali gempa susulan yang terjadi di wilayah tersebut.

Suaidi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan lanjutan, mengingat aktivitas Sesar Mentawai yang menjadi pemicu gempa kali ini masih berpotensi menghasilkan guncangan-guncangan kecil lainnya.

Guncangan gempa turut dirasakan langsung oleh warga di berbagai wilayah terdampak. Seorang warga Padang, Ananda, 26, menceritakan pengalamannya saat gempa terjadi pagi itu. ‘’Gempa membuat saya serasa bergoyang, dirasakan cukup kuat dan terasa berayun. Sangat terasa, kaca dan pintu bergetar, saya langsung keluar rumah,’’ ujarnya.

Sementara itu, warga Padangpanjang, Habib, 21, mengaku juga merasakan guncangan meski dengan kekuatan yang lebih ringan dan berlangsung singkat. ‘’Sedikit terasa, ya enggak parah sekali. Hanya sesaat,’’  ujar Habib.

Pengalaman warga di dua daerah berbeda ini sejalan dengan estimasi peta guncangan yang dirilis BMKG, di mana Padang merasakan intensitas guncangan yang lebih kuat dibandingkan Padangpanjang yang berjarak lebih jauh dari episenter.

Menyikapi maraknya potensi penyebaran informasi yang tidak akurat pascagempa, BMKG mengingatkan masyarakat untuk hanya merujuk pada sumber informasi resmi yang telah terverifikasi. Informasi resmi terkait gempa bumi dan potensi tsunami hanya disebarkan melalui kanal komunikasi resmi BMKG.(cc1/rpg)

Baca Juga: Perkuat Sinergi dan Budaya Sehat, PLN UPP Sumbagteng 2 Gelar Fun Walk Bersama Manajemen UIP Sumbagteng

Kanal-kanal resmi tersebut meliputi akun media sosial Instagram dan Twitter dengan nama pengguna @infoBMKG, situs web resmi di www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram melalui tautan https://t.me/InaTEWS_BMKG, serta aplikasi seluler berbasis iOS dan Android dengan nama wrs-bmkg atau infoBMKG.

‘’Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,’’ tambah Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Padangpanjang.

Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan gempa bumi yang cukup tinggi di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari posisi geografisnya yang berdekatan dengan zona Sesar Mentawai, salah satu jalur sesar aktif yang kerap memicu aktivitas kegempaan di wilayah pesisir barat Sumatera.

Meski gempa kali ini tergolong gempa dangkal dengan magnitudo menengah dan tidak menimbulkan kerusakan berarti, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat di wilayah Sumatera Barat untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi di masa mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut dan akan menyampaikan informasi kepada publik apabila terdapat perkembangan penting, termasuk potensi gempa susulan lanjutan.(cc1)

 

Editor : Arif Oktafian
#gempa m47 #sesar mentawai #sumatera barat #bmkg #gempa padang