PADANGPANJANG (RIAUPOS.CO) — Tingginya curah hujan yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) membuat Badan Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sebagaimana diketahui telah terjadi longsor disertai batu besar menggelinding di badan jalan kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanahdatar, Rabu (24/6/2026) sore. Alhasil arus lalu lintas Padang-Bukittinggi pun putus pada dan tak bisa dilewati. Jalur Padang-Bukittingi sempat dialihkan lewat Sicincin-Malalak dan Sitinjau Lauik.
Kepala BPJN Sumbar Esha Priyandi Putra mengatakan material longsor menutup sebagian badan jalan pada sore hari. Petugas kemudian melakukan pembersihan sehingga jalur tersebut kembali dapat dilalui Kamis (25/6/2026) dini hari tadi.
Baca Juga: Hadapi El Nino Stok Beras Aman sampai Mei 2027
"Pengguna jalan diminta tetap berhati-hati karena intensitas hujan masih cukup tinggi," kata Esha.
Untuk sementara, pengendara dari Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya dapat memanfaatkan jalur Sicincin-Malalak saat terjadi gangguan di ruas utama.
Alternatif lainnya melalui Padangpanjang-Singkarak-Solok menuju Padang. Jalur tersebut disiapkan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan saat penanganan dilakukan di lokasi kejadian.
Esha mengingatkan pengguna jalan agar tidak memaksakan perjalanan saat hujan lebat. Jika terlihat batu-batu kecil mulai berjatuhan dari lereng atau tebing, pengendara sebaiknya berhenti di lokasi yang aman karena kondisi tersebut dapat menjadi indikasi awal longsor.
Baca Juga: Mentan Pastikan Harga Sawit Kembali Normal
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan di ruas Bukittinggi-Payakumbuh hingga perbatasan Riau. Mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem, BPJN Sumbar menyiagakan alat berat di sejumlah titik rawan longsor.
Seluruh pejabat pembuat komitmen (PPK) di lingkungan BPJN juga diminta terus memantau kondisi lapangan dan memperkuat koordinasi.
Menurut Esha, kesiapsiagaan diperlukan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat apabila terjadi longsor, pohon tumbang, atau gangguan lain yang berpotensi menghambat arus lalu lintas di jalan nasional Sumbar.***
Editor : Edwar Yaman