
TANAH DATAR (RIAUPOS.CO) - Ruas jalan strategis penghubung Padang–Bukittinggi, yakni kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat lumpuh total, Rabu (24/6) siang. Bencana longsor terjadi di titik Kilometer 66+700 menyebabkan material berupa tanah, batu, dan lumpur menimbun seluruh permukaan badan jalan.
Akibatnya, kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas sama sekali. Runtuhnya dinding tebing itu dilaporkan pertama kali terjadi sekitar pukul 13.38 WIB, sesaat setelah hujan deras mengguyur kawasan Lembahanai. Pihak kepolisian langsung mengambil langkah tegas dengan menghentikan seluruh arus lalu lintas di area terdampak demi mencegah jatuhnya korban.
Kasatlantas Polres Padangpanjang, AKP Pifzen Finot membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi Padang Ekspres (RPG). Ia menyatakan bahwa kondisi jalan di titik longsor benar-benar tertutup dan tidak memungkinkan dilalui oleh kendaraan dalam bentuk apapun, baik roda dua maupun roda empat.
“Saat ini (kemarin, red) telah terjadi longsor pada jalur penghubung Padang–Bukittinggi di Jalur Lembah Anai, tepatnya di KM 66+700, adanya runtuhan material dari tebing sehingga menutupi jalan,” ujar AKP Pifzen Finot. Lebih lanjut, ia menambahkan kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian masih dalam kondisi mengkhawatirkan.
Baca Juga: Longsor di Lembah Anai, Jalur Padang-Bukittinggi Tutup, Ini Imbauan Dirlantas Polda Sumbar
Langit yang mendung pasca hujan membuat potensi longsor susulan masih terbilang tinggi dan menjadi alasan utama pemberlakuan penutupan jalur. “Cuaca masih mendung karena habis hujan. Untuk sementara jalur tidak bisa dilintasi. Karena untuk sementara waktu, jalur Lembah Anai kita tutup,” tegasnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Satlantas Polres Padangpanjang secara resmi mengimbau seluruh pengguna jalan yang hendak menempuh rute Padang–Bukittinggi maupun Bukittinggi–Padang untuk segera mengalihkan perjalanan mereka ke jalur lain. “Kami imbau kepada masyarakat untuk mencari jalur alternatif lain,” tuturNYA.
Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq turut memberikan keterangan resmi terkait penanganan bencana ini. Ia memastikan bahwa penutupan jalur dari kedua arah diberlakukan semata-mata demi keselamatan masyarakat, mengingat material longsor diketahui masih terus bergerak turun dari lereng tebing.
“Untuk sementara, akses dari kedua arah kami tutup demi keselamatan masyarakat. Material longsor masih terus bergerak turun dari tebing sehingga berpotensi membahayakan pengendara,” kata Kombes Pol Reza.
Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas yang berjaga di lapangan. “Kami mengharapkan masyarakat mematuhi petunjuk petugas di lapangan dan tidak mencoba menerobos area yang terdampak longsor. Keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama kami,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses pembersihan material longsor belum dapat dilakukan secara optimal. Kondisi tebing di sekitar titik kejadian yang masih labil menjadi hambatan utama bagi petugas gabungan yang telah bersiaga di lokasi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




